Fenomena Boneka Arwah yang Tengah Ramai Diperbincangkan

138

Fenomena boneka Arwah sekarang ini cukup cukup ramai menjadi perbincangan dikalangan masyarakat. Hal tersebut tak lepas dari sederet artis yang memberikan pengakuan merawat boneka arawah layaknya anak sendiri atau manusia.

Fenomena Boneka Arwah yang Tengah Cival

Sejumblah artis seperti Ivan Gunawan, Ruben Onsu, Celine Evangelista, Soimah, sampai Furi Harun mempunyai boneka tersebut. Ramai mengenai artis-artis yang mempunyai boneka arwah tersebut dalam waktu yang berbarengan memunculkan berbagai pertanyaan di mata publik. Apakah itu hanya sebuah tren semata atau memang terdapat tujuan lain.

Lantas, apakah boneka arwah itu sesungguhnya? Bagaimana sejarah perkembangannya di tengah masyarakat.

Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.SI yang merupakan seorang pemerhati budaya Fakultas lmu Budaya (FIB) UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta, menuturkan mengenai adanya fenomena budaya arwah tersebut di Indonesia.

Menurut pendapat Tundjung, fenomena boneka tersebut di Indonesia bukan merupakan hal baru. Karena sudah sejak lama masyarakat Indonesia meyakini tentang boneka arwah.

Sejarah Perkembangan Boneka Arwah di Indonesia

Tundjung mengatakan, adanya boneka arwah di tengah masyarakat ini tak lepas dari perkembangan dinamisme dan juga animesme di masa lalu.

Pada sejumblah khazanah serta pustaka searah, dikatakan bahwa semenjak zaman Mesolitikum sudah ada kepercayaan akan kekuatan roh.

Selanjutnya, dengan perkembangan zaman, Hindu-Budha masuk ke Indonesia. Sehingga semakin menambah keyakinan terhadap roh yang sebelumnya telah ada.

Tundjung perpendapat, keyakinan akan roh yang sebelumnya sudah ada, kemudian mendorong manusia untuk hidup dan juga membangun harmonisasi dengan entitas roh itu.

Sehingga hasil harmonisasi tersebut yang menciptakan perilaku mendatangkan roh dalam perwujudan diri orang dan boneka maupun benda bertuah.

Baca juga: Kondisi terkini tukul arwana usai jalani fisiterapi tiap hari

Fenomena Boneka Arwah di Tanah Jawa

Tundjung juga menuturkan, tak ada periode waktu yang khusus untuk menjadi momentum kepopuleran mengenai boneka arwah tersebut. Hanya saja, pemakaian kekuatan spiritual dalam konteks sejarah perilaku kerap tampil ketika masa-masa kritis.

Sebagai contoh, Tundjung mengambil contoh masa masa krisis ekonomi Tahun 1929. Saat krisis itu terjadi, di Indonesia muncul dan viral visualisasi makhluk halus yang dikenal denga NYI Blorong.

Berikutnya, ketika revolusi kemerdekaan RI, muncul juga sejumblah aliran kebathitan yang menjadi zaman suburnya keyakinan akan kekuatan supranatural.

Di lain sisi, dalam mitologi Jawa ada perilaku supranatural yang memakai media visual seperti boneka, untuk melakukan komunikasi dengan dengan entitas arwah. Bahkan, di beberapa daerah juga ada fenomena permainan supranatural dengan memakai boneka atau visualisasi wujud dari manusia.

Kebudayaan Jawa populer dengan sebuah boneka yang dapat memanggil arwah bernama jelangkung, sementara, di daerah lain dikenal dengan sebutan Nini Thowok atau Nini Thowong,. Sehingga adanya fenomena boneka arwah saat ini bukan merupakan hal yang baru.

Comments are closed.