JurnalLBH LP-KPK'N

Main Menu

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan

logo

Header Banner

JurnalLBH LP-KPK'N

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan
  • SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon: Dari Kesunyian Wartawan Lahir Monumen Kebanggaan Indonesia

  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

  • Hadapi Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Imbau Warga Pantau Informasi Resmi BMKG dan Pastikan Wisata Banten Aman

  • Diskominfo Kabupaten Serang Edukasi Keamanan Informasi Data Pribadi Bagi ASN

  • FaktaKini.id Rayakan Ulang Tahun ke-2: Cukup Sederhana dan Terkesan

Ekonomi
Home›Ekonomi›Sedikit Membuka Hati Kita, Cerita Belanja Di Pasar Tradisional

Sedikit Membuka Hati Kita, Cerita Belanja Di Pasar Tradisional

By Redaksi
Maret 2, 2022
567
0

Belanja dipasar tradisional terlihat di sudut pasar ada seorang pedagang perempuan. Tepat saat kami belanja sayuran, saat itulah muncul seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah. Awalnya si pembeli ingin membeli 1kg buah seharga 8rb/kg yang sebelumnya dihargai 11rb/kg. Ia pun berusaha keras menawar. Pada akhirnya Ibu si penjual sepakat menjual 7rb/kg. Si Pembeli kemudian melihat buah lain, Ibu tersebit menjual dengan harga 20rb/kg, Terjadilah tawar-menawar.

Mengapa Orang Tega Menekan Harga Pada Pedagang Kecil

Si pembeli terus memaksa ingin membeli buah tersebut dengan harga 10rb/kg. Katanya, buah begitu tidak layak dihargai 20rb/kg. Akhirnya si Ibu Penjual pun sepakat seharga 10rb/kg karena sudah lama buah tsb belum laku.

Namun, kami sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa. Kami merenung, banyak orang sering sekali berhemat setiap rupiah dari si penjual. Belanja dipasar trasidional memang sering sekali kita temukan dengan harga murah.

Tetapi mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional mudah untuk ditawar. Mereka menawar begitu gigih, setelah itu mereka kemudian merasa puas karena bisa menawar.

Lalu kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000, Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar. Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.

Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan. Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun. Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.

Baca juga: Usaha Makanan dengan Modal Kecil yang Mudah Dilakukan

Si Kaya Yang Pelit

Si kaya berusaha berhemat setiap keping rupiah dari si miskin yang berkerja lebih keras, lebih berat, di bawah panas terik matahari, tak jarang membuat penampilan mereka lusuh dan kotor demi memberi makan keluarganya.

Namun si kaya rela menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall, tempat wisata, club malam, dan sebagainya tanpa menanyakan kepantasan harga atau tarif yang dibebankan kepada mereka.

Sadar atau tidak kita telah membuat si miskin bertambah miskin dan si Kaya bertambah kaya karena kebodohan kita. Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya. Dan sadar ataupun tidak. Mereka mungkin adalah Kita.

Belanja dipasar tradisional memanglah harga yang murah. Namun, miris melihat si pedagang kecil yang dagangannya ditawar dengan harga yang tak sesuai.

 

Hanya Interospeksi
Semoga Bermanfaat

Previous Article

KPK Panggil Dua Pejabat PEMKOT TANGSEL Terkait ...

Next Article

Tindaklanjuti Instruksi Presiden Jokowi, Kapolri: Seluruh Personel ...

Redaksi

Related articles More from author

  • Ekonomi

    Dorong Ekonomi Rakyat, DPRD Banten Usulkan Pelatihan Kewirausahaan dan Sertifikasi Halal

    November 13, 2025
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Triwulan IV 2022, Pemprov Banten Efektifkan Penerimaan Pendapatan Daerah

    November 12, 2022
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Berikut Cara Daftar Kartu Prakerja, Beserta Persyaratannya

    Maret 4, 2022
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Dukung Ekraf Banten, Wagub Sebut Pemprov Siapkan Regulasi & Sarananya

    Desember 1, 2021
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Pj Gubernur Banten Al Muktabar Panen Padi Bersama di Pandeglang

    Januari 11, 2023
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Cara Terbaru Daftar PKH Lewat Online 2022 di Aplikasi Cek Bansos

    Februari 26, 2022
    By Redaksi

You may interested

  • Pemerintahan

    Saya mengapresiasi membangun mederasi beragama, ucapan cak nur dalam dialognya

  • Infrastruktur

    Diduga Akal Bulus Pelaksana, H.Iwan Tuding Pengerjaan Pemliharaan Jalan Paving Blok Di RW 03 Desa Kedaung Barat Diduga Tak Sesuai RAB

  • Nasional

    Wisata Jepang Terbaik Dan Sangat Indah Cocok Di Kunjungi

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Links

  • Redaksi
  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • H.Iwan Tuding Proyek Pembangunan Turap Batu Kali Di Dekat Kantor Desa Kayu Bongkok Sumber Dari ...

    By Redaksi
    Mei 14, 2026
  • Camat Rajeg Perlu Kroscek Terkait Bangunan Gedung Kantor Desa Rajeg Mulya Terlihat Lesuh Dan Anggaran ...

    By Redaksi
    Mei 13, 2026
  • H.Iwan Tuding Pelaksana Pembangunan Jalan Paving Block di Kp Jembatan Papan Kiara Payung Abaikan Aturan ...

    By Redaksi
    Mei 10, 2026
  • Dugaan Kemundurannya Transparansi Terkait Proyek Pembangunan Desa Gunungsari Kecamatan Mauk, Jadi Sorotan Publik

    By Redaksi
    Mei 6, 2026
  • Proyek Betonisasi Didesa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Diduga Surganya Kontraktor Nakal

    By Redaksi
    Juni 25, 2021
  • Minta Tak Abaikan Prokes,Covid-19 Amat Membahayakan Dan Nyata Adanya

    By Redaksi
    Juni 21, 2021
  • Curi HP di Toko Kerudung, Pria 37 Diringkus Polsek Cikupa Polresta Tangerang

    By Redaksi
    Juni 21, 2021
  • Sekretaris Umum DPP LBH LP-KPK’N : Ikut Serta Vaksinasi Yang Diadakan Kodim 0510 Tigaraksa

    By Redaksi
    Juni 25, 2021

Follow us

Photostream

    © Copyright jurnallbhlpkpkn.com jasa website Prima Desain. All rights reserved.