JurnalLBH LP-KPK'N

Main Menu

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan

logo

Header Banner

JurnalLBH LP-KPK'N

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan
  • SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon: Dari Kesunyian Wartawan Lahir Monumen Kebanggaan Indonesia

  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

  • Hadapi Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Imbau Warga Pantau Informasi Resmi BMKG dan Pastikan Wisata Banten Aman

  • Diskominfo Kabupaten Serang Edukasi Keamanan Informasi Data Pribadi Bagi ASN

  • FaktaKini.id Rayakan Ulang Tahun ke-2: Cukup Sederhana dan Terkesan

Hukum
Home›Hukum›Larangan Bagi Kepala Desa dan Sanksi Administrasinya

Larangan Bagi Kepala Desa dan Sanksi Administrasinya

By Redaksi
Maret 4, 2022
514
0

 

Sebagai pemimpin dari suatu daerah pasti diberikan larangan bagi kepala desa guna menghindarkan dari penyelewengan. Walaupun kecil wewenangnya tetap saja ada potensi untuk menyalahgunakan hal itu dalam pelaksanaan pemerintah terkait.

Itu semua demi menciptakan penyelenggaraan pemerintah terjamin. Bisa dicontohkan bila tidak ada larangan, jelas dana bantuan dari pusat bisa diselewengkan ke kas pribadi. Masih banyak contoh nyata di masa sekarang.

Tapi sebelum itu Anda harus tahu apa saja tugas yang diberikan oleh pemerintah. Kades memiliki wewenang untuk memimpin, mengangkat perangkat, memegang keuangan, dan masih sebagainya. Jadi sudah terlihat jelas potensinya.

Potensi untuk menyelewengkan kekuasaan guna memperkaya diri. Makanya mau tidak mau diberikan larangan plus sanksi agar dapat membatasi gerak-gerik penguasa wilayah terkecil administrasi negara. Lalu apa saja larangan yang dimaksud?

Sebelum menjawab itu tentu harus ada dasar hukum yang digunakan. Larangan untuk kepala desa diatur dalam pasal 29 UU 6 tahun 2014. Di mana ini semua akan disampaikan lebih lengkap di sini.

Baca juga: Inilah Fungsi Kontrol Sosial Bagi Masyarakat dan Jenisnya

Larangan bagi Kepala Desa dan Saksi Administrasi!

Tidak adil jika langsung masuk kepada larangan untuk kepala desa tanpa mengetahui apa saja tugas, hak, wewenang dan kewajibannya. Kades harus selalu menyampaikan laporan kepada pihak pemerintah kota setiap tahunnya.

Jadi ada pertanggung jawaban dalam setiap tindakan bagi kepala desa dan jelas ini merupakan bentuk kontrol dari pemerintah pusat. Hal ini juga dimaksud untuk mengetahui apa saja tindakan kades dan sudahkah sesuai aturan.

Berlanjut pada apa saja yang menjadi larangan, kades dilarang untuk merugikan umum, membuat keputusan condong golongan, menyelewengkan wewenang, diskriminasi, meresahkan, kkn, menjadi anggota parpol, rangkap jabatan, ikut kampanye dan lain-lain.

Jika sampai melanggar salah satu larangan, kepala desa akan dikenakan sanksi administrasi dan pemberhentian. Untuk pelanggaran yang bersifat ringan masih diberikan teguran lisan dan tertulis. Tapi bagaimana jika tetap melanggar aturan?

Melanggar aturan lebih berat dan malah justru pidana. Membuat kades harus mendapatkan pemberhentian sementara. Jika terbukti bersalah maka akan dikenakan pemberhentian permanen oleh pemberi jabatan, bahkan bisa pemberhentian tidak terhormat.

Jelasnya pada pasal 29 dikenakan pada ayat 1 dan 2. Jadi ada dua metode sanksi yang dapat diberikan kepada kades. Sanksi ini bila didapati kades langgar larangan bagi kepala desa.

 

Terimakasih
Semoga bermanfaat
Author: A Iwan Dahlani

Previous Article

Tradisi Pawai Ogoh-Ogoh Saat Malam Perayaan Nyepi ...

Next Article

Ingat, Pelaku Galian C Illegal Bisa Dijerat ...

Redaksi

Related articles More from author

  • Hukum

    Apa Saja Sih Hak Buruh? Simak Penjelasan Berikut

    Januari 24, 2022
    By Redaksi
  • Hukum

    Sat Resnarkoba Polres Serang Kota Bongkar Jaringan Peredaran Narkoba Di Ibu Kota Prop Banten

    November 27, 2021
    By Redaksi
  • Hukum

    Sudah Di Segel Galian Tanah Di Desa Gintung Sukadiri, Kini Kembali Beroperasi, Diduga Kebal Hukum

    Juni 26, 2025
    By Redaksi
  • Hukum

    Diduga Tidak Adanya Transfaransi Terkait ADD Tahun 2020, Pemdes Kandawati Dipertanyakan Masyarakat

    Maret 2, 2021
    By Redaksi
  • Hukum

    Laporkan Pungutan Liar di Sekolah dengan Cara Ini

    Maret 8, 2022
    By Redaksi
  • Hukum

    Cara Ajukan Gugatan Perkara Predeo yang Sesuai Peraturan

    Februari 3, 2022
    By Redaksi

You may interested

  • Pemerintahan

    Pastikan Tepat Sasaran, Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tinjau Penyaluran Bansos

  • Nasional

    Status Anak Gunung Krakatau Siaga, Kabidhumas Polda Banten Himbau Masyarakat Waspada Bencana

  • Pemerintahan

    Pemprov Banten dan Kejati Banten Tandatangani Nota Kesepahaman Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Links

  • Redaksi
  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • H.Iwan Soroti Pembangunan Jalan hotmix Kp.Sukamanah Desa Karang Anyar Kecamatan Kemiri, Camat Kemiri Perlu Adakan ...

    By Redaksi
    April 18, 2026
  • H.Iwan Soroti Kantor Desa Sukadiri Tak Nampak Banner APBDes Desa Tahun 2025, Camat Sukadiri Perlu ...

    By Redaksi
    April 18, 2026
  • Dugaan Ketidaksesuaian Volume Ketebalan Benol Dan Kualitas Agregat Pada Pembangunan Jalan Gardu Tanah Merah, H. ...

    By Redaksi
    April 16, 2026
  • Terkait Pembangunan Jalan Beton Sumber Dari Kecamatan Kresek, Diduga Bermasalah, H.Iwan Minta BPK – RI ...

    By Redaksi
    April 15, 2026
  • Proyek Betonisasi Didesa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Diduga Surganya Kontraktor Nakal

    By Redaksi
    Juni 25, 2021
  • Minta Tak Abaikan Prokes,Covid-19 Amat Membahayakan Dan Nyata Adanya

    By Redaksi
    Juni 21, 2021
  • Curi HP di Toko Kerudung, Pria 37 Diringkus Polsek Cikupa Polresta Tangerang

    By Redaksi
    Juni 21, 2021
  • Sekretaris Umum DPP LBH LP-KPK’N : Ikut Serta Vaksinasi Yang Diadakan Kodim 0510 Tigaraksa

    By Redaksi
    Juni 25, 2021

Follow us

Photostream

    © Copyright jurnallbhlpkpkn.com jasa website Prima Desain. All rights reserved.