Kisah Syekh Abdul Qodir Jailani Punya Seorang Murid Yang Bodoh

787

 

Riwayat cerita Syekh Abdul Qodir mempunyai murid yang bodoh dan buta agama, namun ia menaruh cinta rindu dan selalu mengidolakan gurunya itu yakni Syeikh Abdul Qadir, berbicara tentang dirinya siapa yang tidak mengenal dengan nama Syekh Abdul Qodir jailani. Ia adalah seorang ulama besar yang dijuluki Rajanya para Wali, kewalian beliau karena ketaatannya kepada Allah subhanahuwata’ala.

Syekh Abdul Qadir juga diberikan banyak Karomah dan kemuliaan para ulama dan para habaib juga sering mengisahkan Karomah beliau dalam majelis mereka sehingga nama beliau tidak asing ditelinga para penuntut ilmu di antara banyak Karomah beliau salah satunya adalah beliau mampu hadir di alam kubur muridnya dan berhadapan langsung dengan malaikat Munkar dan Nakir yang hendak menyiksa muridnya di alam kubur.

Hal ini mungkin sama semasa kita duduk dibangku sekolah ada siswa yang pintar dan ada juga siswa yang bodoh, namun disinilah perbedaan dan kelebihan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat , memang kedua ilmu itu sama-sama penting untuk  dipelajari , sedangkan dalam ilmu akhirat terdapat ilmu yang tidak berubah-ubah dalam ajarannya.Sedangkan ilmu dunia setiap tahun berubah mengikuti kemajuan zaman, Syekh Abdul Qodir jailani ilmu akhirat bisa merubah pribadi seseorang menjadi lebih baik akhlaknya di dunia dan selamat di akhirat.

Sedangkan ilmu dunia tentunya hanya untuk didunia saja,seperti dengan siswa yang bodoh dalam ilmu dunia sudah pasti tidak akan pernah lulus namun tetap membayar iuran belajar dan keadaan bodohnya itu tidak akan merubah keadaannya didunia maupun diakhirat menjadi lebih baik.

Sangat beda dengan orang bodoh  yang selalu duduk di majlis-majlis  ilmu Agama atau ilmu akhirat dan pastinya mereka akan tetap mendapat kemuliaan dan tidak akan menghambur-hamburkan uangnya seperti yang diketahui suatu ketika mengikuti majelis ilmu tabligh akbar atau pengajian-pengajian kita tidak pernah dikutip sepeserpun.

Saat berada di masjid atau di dalam majelis ilmu adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah subhanahuwata’ala. Adapun kemuliaan yang didapatkan orang yang senantiasa duduk dalam majlis ilmu akhirat yang tidak membeda-bedakan orang yang pintar ataupun orang yang bodoh semuanya sama diberikan Allah kemudahan menuju surganya.

Atas dasar Itulah kelebihan dan kemuliaan yang didapatkan jika kita menimba ilmu akhirat tidak terkecuali apakah yang duduk di majelis ilmu itu seorang kaya miskin pintar ataupun bodoh karena sesungguhnya Allah memandang hambanya dari niat, ketaqwaannya Syekh Abdul Qodir jailani kepada Allah.

Sesungguhnya semua itu datang dari Allah Azza wajalla, murid yang bodoh itu sebenarnya bukanlah karena kesengajaan nya dalam bermalas-malasan menimba ilmu yang diajarkan oleh Syekh Abdul Qodir, akan tetapi karena keadaannya yang susah untuk menangkap dan memahami ilmu yang diajarkan oleh Guru walaupun dimajelis dia selalu hadir tetapi tetap saja ilmunya tidak bertambah sedikitpun.

Kecintaan Seorang Murid Kepada Guru

Syekh Abdul Qodir Jailani sebenarnya mengetahui tentang kekurangan dan keadaan muridnya itu, namun ia yakin dibalik semua ini pasti Allah punya rencana lain dan Seiring berjalannya waktu proses belajar dan mengajar di majelisnya Abdul Qadir terus berlangsung, namun ada hal yang tidak biasa terjadi murid yang bodoh itu tidak pernah lagi hadir dalam majelis sedangkan murid-murid yang lain juga merasa kehilangan dan mencari tahu keberadaannya yang sudah lama tidak menghadiri majelis Guru.

Setelah berberapa lama mencari murid tersebut dan akhirnya mereka mendapat informasi bahwa murid dari sahabat mereka telah meninggal dunia, seperti yang kita ketahui bahwa setelah meninggal dunia, maka kita akan ditanya didalam kubur oleh para malaikat Munkar Nakir, Hal itupun dialami oleh murid Syekh dan para malaikat pun Bertanya kepadanya, “Siapa Tuhanmu? siapa Nabimu? lalu Apa agamamu? si murid tersebut menjawab,”Saya tidak tahu tuan,namun yang saya ketahui hanya Guruku Syeikh Abdul Qadir Jailani beliaulah yang sangat kucintai.

Malaikat bingung karena mayat murid itu selalu memanggil-manggil nama Syekh Abdul Qodir Jailani sehingga malaikat munkar dan nakir merasa kebingungan menghadapi kejadian ini, kemudian malaikat mengajukan hal ini kepada Allah subhanahuwata’ala, “Ya Allah engkau yang maha mengetahui tentang jawaban mayat hambamu ini, untuk hal ini saya serahkan kepadamu, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada malaikat sebagaimana mestinya setelah mendengar perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala, lalu malaikat itupun langsung mengambil gudangnya dan hendak memukul si mayyit.

Saat malaikat mungkar dan  nakir akan melaksanakan siksaan sebagaimana perintah Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian tiba-tiba Syekh Abdul Qodir Jailani muncul di alam kubur muridnya, Syekh berkata wahai malaikat Munkar dan Nakir mayat muridku jangan engkau siksa, karena dia semasa hidupnya termasuk orang yang bodoh dan tidak tahu tentang agama yang dia ketahui hanyalah aku, lalu Syekh Abdul Qodir berkata lagi akulah yang akan memberi jawaban atas segala pertanyaan yang akan kalian tanyakan pada muridku, “silahkan mau bertanya apa?

Baca juga: Kisah Santri Pintar yang Hilang Ilmunya Seketika Karena SUUL ADAB

Dari kejadian ini para malaikat  akhirnya bertambah bingung dan secepatya melaporkan kepada Allah subhanahuwata’ala, setelah mendengar laporan dari para malaikat untuk keduakalinya, “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman sebagaimana tadi siksa dia dan sebagaimana mestinya, setelah malaikat mungkar dan nakir menerima perintah dari Allah, malaikat dengan wajahnya yang menyeramkan itu datang dengan membawa godam nya dan langsung menghajar si mayit.

Namun sebelum godam itu diantamankan pada si mayyit tersebut, tiba-tiba Syekh Abdul Qodir Jailani menghadang dan menggagalkan serta merebut godam dari tangannya malaikat Munkar dan Nakir , sehingga dilemparkannya dan setelah habis waktu fajar, “Syehk berkata jangan kalian siksa muridku demi panasnya kecintaanku yang membara dalam bathinku kepada Allah.

Kemudian malaikat itupun melaporkan kembali, singkat cerita dan akhirnya murid tersebut tidak mendapatkan siksa dari para malaikat karena berkat guru, artinya dalam surga tidak akan ada senang dan di neraka tidak akan ada susah ketika itu datanglah perintah Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada para malaikat Sekarang ku ampuni dosa mayat orang itu jangan kamu siksa disebabkan karena kemuliaan yang kuberikan kepada kekasihku Syehk Abdul Qadir Jailani, aku menanggung rindu padanya dan lebarkan pula kubur mayat orang itu Wallahu A’lam bish-shawab.

Semoga kisah karomah dan kemuliaan Syekh Abdul Qadir al-jailani  dapat menambah ilmu dan menambah ketaatan kita semua kepada Allah Subhanahu Wata’Ala. Untuk Selanjutnya…..

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf yang besar-besarnya bilah ada kesalahan dan jika dirasa bermanfaat silahkan bagikan karena berbagi bagian dari sedekah.

Author: A.Iwan Dahlani.

Comments are closed.