Proses Permohonan Rehabilitasi Narkoba yang Jarang Diketahui

185

Ada beberapa proses permohonan rehabilitasi narkoba yang jarang orang tau, sebab seperti diketahui. Pecandu narkotika salah satunya narkoba dan korbannya wajib untuk menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

Rehabilitasi sendiri merupakan proses pengobatan dan pemulihan secara terpadu baik fisik, sosial maupun mental. Untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan dan agar mereka bisa kembali melaksanakan fungsi sosial dalam masyarakat.

Namun, sebelum Anda melakukan proses permohonan ke Pengadilan untuk direhabilitasi. Anda terlebih dahulu wajib untuk memenuhi beberapa persyaratan penting. Barulah nanti permohonan Anda tersebut bisa diproses.

Mengetahui Proses Permohonan Rehabilitasi Narkoba

Bagi Anda yang ingin mengajukan permohonan untuk direhabilitasi kepada Pengadilan, ada beberapa proses yang perlu diketahui. Sebab, sebagian besar orang jarang mengetahuinya. Beberapa proses tersebut mulai dari:

  1. Memenuhi beberapa persyaratan

Permohonan rehabilitasi narkoba pertama, Anda perlu memenuhi beberapa persyaratan antara lain seperti surat permohonan bermaterai ke BNN. Pas foto 4×6 selembar, foto copy surat nikah bila pemohon pasangan tersangka.

Surat keterangan dari sekolah atau tempat kerja, foto copy surat izin beracara bila pemohon pengacara tersangka. Foto copy surat penangkapan dan penahanan, surat keterangan rehabilitasi bila sedang atau pernah direhabilitasi.

Surat rekomendasi dari penyidik, hakim atau jaksa penuntut umum untuk direhab. Surat pernyataan bermaterai, surat penahanan serta penangkapan asli, foto copy KK, KTP wali, tersangka, pengacara dan izin dari pengacara.

  1. Dilakukan kepada jaksa atau hakim

Setelah semua persyaratan tersebut sudah berhasil Anda penuhi, barulah dilaksanakan proses permohonan rehabilitasi narkoba. Jaksa penuntut umum untuk kepentingan penuntutan. Serta hakim untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan.

Bisa meminta tim asesmen terpadu untuk melakukan asesmen terhadap terdakwa. Jadi hakim atau jaksa penuntut umum yang akan meminta bantuan untuk melakukan asesmen terhadap terdakwa.

Baca juga: Dampak Penyalahgunaan Narkoba Yang Wajib Diwaspadai

  1. Penyerahan hasil ke hakim atau jaksa penuntut umum

Proses permohonan rehabilitasi narkoba berikutnya, hasil dari asesmen tersebut kemudian diserahkan kepada hakim atau jaksa penuntut umum dengan berita acara penyerahan rekomendasi hasil asesmen. Bantuan asesmen dilakukan berdasarkan peraturan BNN.

Meskipun peraturan BNN tersebut adalah pedoman teknis penyidik, untuk memohon penetapan rehabilitasi kepada terdakwa setelah dilakukan asesmen. Tetapi, dalam tingkat penuntutan atau pemeriksaan di Pengadilan.

Hakim atau jaksa penuntut umum bisa memohon asesmen kepada Tim Asesmen Terpadu. Dengan tata cara yang sesuai Peraturan Badan Narkotika Nasional nomor 11 tahun 2014.

Kini Anda sudah tidak perlu bingung lagi bagaimana cara pengajuan permohonan rehabilitasi ke Pengadilan. Sebab, sudah ada beberapa proses permohonan rehabilitasi narkoba serta apa saja persyaratannya. Selanjunya…

Salam Hormat: Dewan Pimpinan Wilayah Banten ( DPW ) Forum Indonesia Anti Narkoba.

Terima kasih atas kunjungannya di Artikel ini dirasa bermanfat silahkan bagikan karena berbagi itu bagian dari amal sedekah.

Dapatkan update artikel berita pilihan setiap hari dari Jurnallbhlpkpkn.com. “Jika Anda berminat untuk menjadi anggota di LBH LP KPK’N “, Caranya mudah Anda bisa meghubungi Nomor WhatsApp +62 821-1243-6478.

Author: A.Iwan Dahlani.

Comments are closed.