Praktek Ilmu Al-Hikmah, Dapat Dipahami Dari Contoh Nyata

285

Bohong Al-Hikmah tidak ada biayanya, praktek ilmu Al-Hikmah karena dulu setiap orang yang mau belajar ilmu Al-Hikmah membawa susu, pisang ambon, kopi, roko, biskuit dan lain-lain.

Itu semua simbol yang artinya setiap orang yang mau belajar ilmu ini kena sumpah harus sanggup melaksanakan segala perintah Allah S.W.T dan sanggup menjahui atau meninggalkan segala larangan Nya.

Susu melambangkan harus syukur menerima manis, pisang ambon melambangkan bayi, kopi itu melambangkan harus siap menghadapi pahit, karena syarat-syarat tersebut dianggap Bid’ah, maka dengan ridho guru dihilangkanlah kebiasaan tersebut, padahal faedahnya apabila selesai latihan dapat minum susu, sedangkan kalau lapar ada makanan.

Ilmu Al-Hikmah yang bergerak ditangan syaratnya apabila melipat satu jari, maka puasa selama satu bulan, dan sedangkan apabila melipat sepuluh jari, maka puasanya selama sepuluh bulan, kalau tidak sanggup puasa, maka harus bayar (Mud) pada fakir miskin. Hal tersebut dihilangkan oleh guru, maka tidak ada puasa praktek Ilmu Al-Hikmah.

Namun rata-rata orang rugi dan salah yang berawal dari keliru paham. Contoh: Apabila ada orang yang maju itu sebetulnya membantu, tapi tidak untuk orang yang keliru paham. Mereka menganggap orang-orang yang maju sebagai penghalang, akibatnya sifat hati hasut atau hasud.

Sedangkan hasud dan maksiat itu beda. Hasud itu membakar seluruh amal ibadah kita baik doa maupun shodakoh sampai hancur tidak ada debunya. Tolong hindari sifat hasud tersebut.

Sedangkan maksiat dapat menghabiskan amal ibadah kita tergantung dari besar kecilnya, maka saya (Almarhum K.H.Iskandar HMS) menghimbau khususnya kepada seluruh anggota Al-Hikmah dan umumnya kepada muslimin muslimat hindari sifat hasud dan maksiat jika ingin kaya atau selamat diakhirat.

Contoh Nyata Anggota yang menggunakan Praktek Ilmu Al-Hikmah

Al-Hikmah cara menggunakannya harus dengan praktek bukan dengan wirid, contoh ; ada barang kita dimasyrik atau di maghribi barang tersebut lupa dikunci atau ditinggal di luar rumah.

Baca juga: Kisah Santri Pintar Yang Hilang Ilmunya Seketika Karena SU’UL ADAB

Kita bisa praktek ilmu Al-Hikmah mengeraskan perut dan bayangkan barang tersebut, namun kekuatannya yang di sebut titipan hanya 24 jam. Kalau sudah 24 jam harus di titip kembali.

Berikut contoh nyata : ada ikhwan atau anggota Al-Hikmah dari Jasinga yang mempunyai Toko di Tanah Abang. Setelah pulang dari toko kerumah baru ingat kalau tokonya belum di kunci gembok, Ingat, langsung dibayangkan toko tersebut dari rumah sambil perut di keraskan dan kebetulan didalam toko tersebut sudah ada maling. Besok harinya ketika dia sampai di toko ternyata didapatinya si maling sudah kaku seperti patung, ini bagian kecilnya saja dari praktek ilmu Al-Hikmah.

Demikian penjelasan tentang praktek ilmu Al-Hikmah dan kurang lebihnya mohon maaf, By Al-Hikmah Cabang Gintung.

Comments are closed.