JurnalLBH LP-KPK'N

Main Menu

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan

logo

Header Banner

JurnalLBH LP-KPK'N

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan
  • Pelantikan Pengurus DPC KWRI Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang periode 2026 s/d 2029

  • SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon: Dari Kesunyian Wartawan Lahir Monumen Kebanggaan Indonesia

  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

  • Hadapi Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Imbau Warga Pantau Informasi Resmi BMKG dan Pastikan Wisata Banten Aman

  • Diskominfo Kabupaten Serang Edukasi Keamanan Informasi Data Pribadi Bagi ASN

Daerah
Home›Daerah›Memiliki Rumah Layak Huni Adalah Impian Bagi Mak Piah

Memiliki Rumah Layak Huni Adalah Impian Bagi Mak Piah

By Redaksi
Januari 12, 2022
307
0

Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang telah berupaya mengatasi permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui program gebrak Pakumis merupakan salah satu program unggulan Bupati Tangerang, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kabupaten Tangerang. Memiliki Rumah Layak Huni Adalah Impian Bagi Mak Piah

Memiliki Rumah Layak Huni Adalah Impian Bagi Mak Piah. Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.setelah pangan dan sandang.Karena tempat di mana kita memulai perjalanan hidup.Tentu menjadi tempat terindah dan ternyaman karena adanya orang-orang tercinta seperti orang tua, anak,dan cucu. Kualitas rumah tinggal yang baik atau layak huni, pasti akan membuat penghuninya merasa aman, terlindung, dan terjamin kesehatannya.

Memiliki rumah yang layak huni

Memiliki rumah yang layak huni adalah rumah sehat, dalam hal ini harus memenuhi standar kesehatan, agar penghuni rumah dapat terjamin kesehatannya.

Tidak ada tempat seperti rumah.Rumah merupakan kebutuhan primer bagi Manusia sebagai tempat berlindung Manusia dari berbagai gangguan dari luar, selain itu rumah adalah tempat tinggal, karena tempat Manusia melangsungkan kehidupannya dalam berumah tangga, membina dan mendidik anak-anaknya hingga tumbuh dewasa.

Rumah tidak layak huni

Rumah tidak layak huni ada beberapa indikator yang dapat menunjukkan kualitas rumah tinggal tidak layak huni,yaitu seperti lantai rumah masih tanah, atap genteng rusak,saat musim penghujan bocor,dingding rumah rapuh, dinding tersebut terbuat dari ayaman bambu.kayu banyak yang keropos,akan membahayakan penghuni.

Program Gebrak Pakumis adalah program unggulan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tangerang.

Begitu bagusnya program pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun sangatlah miris sekali kemiskinan masih banyak di temukan di lapangan oleh awak media. Salah satunya terlihat rumah Mak Piah yang terletak di kampung Rawa Bolang Rt.006/002 Desa Sukasari Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang.

Jarak rumah Mak Piah tidak jauh dari Balai Desa Sukasari, sekitar 300 M kurang lebih,terlihat nyata tidak layak huni. Meskipun rusak, namun masih saja ditempati karena tidak mampu untuk merenovasi. Selasa 11 Januari 2022

Baca Juga:  Nasib Piluh yang Di Seorang Ib

Saat ditemui awak media ini. “Mak Sopiyah, “mengatakan,bahwa dirinya tidak mampu memperbaiki rumahnya karena tidak punya biaya.Hal tersebut dikeluhkannya, karena yang kesehariannya suaminya bekerja sebagai tukang becak hingga jadi sopir angkot tembak atau freelance dulu, dan sekarang menganggur alias tidak kerja. Karena sudah senjang umur dan sering sakit-sakitan.

Pasalnya,sumber pendapatan yang diperoleh sangat terbatas.Niat untuk merenovasi rumah sudah ada sejak lama. Namun, ya namanya juga sopir tembak yang kalau lagi ada narik, ya kadang ada, dan kadang tidak. Itupun dulu bukan sekarang. Kami tidak sanggup untuk membiayai renovasi rumah.

Sedih melihat rumah kami ini. Hingga kini belum dapat bantuan bedah rumah.keadaan rumah kami seperti inilah adanya. Kami belum tau cara untuk mengajukan bedah rumah. Kami mengharapkan adanya perhatian dari Pemerintah Daerah, kabupaten Tangerang atau provinsi.”Ucapnya

Pantauan awak media ini.Kondisi rumah berdinding anyaman bambu dan kondisinya sudah keropos bahan matrial tersebut. Bagian sisi dan sudut dinding atap rumah juga terlihat sudah berlubang apabila hujan bocor, air masuk ke dalam rumah.

Nampak jelas dalam ruangannya masih beralaskan tanah.Terlihat kerangka atapnya juga sudah rapuh.Begitu juga beberapa ruangan seperti kamar dan ruang tamu yang tampak gelap hanya dihiasin barang bekas untuk menutup lubang dinding rumah. Tujuannya agar angin tidak masuk saat malam hari yang dapat menganggu mereka beristirahat.

Lebih lanjut,”Untuk kebutuhan sehari-hari saja. Mak piah juga mengandalkan bantuan dari anak-anaknya. Dia hanya bisa berpasrah diri dan tegar menjalani kehidupannya.

Keterangan Mak Piah

Menurut keterangan Mak Piah. Dirinya dulu pernah punya kambing, dan kesaharian menggembala kambing. Nah berhubung sakit sempat dirawat ke rumah sakit,karena kami membutuhkan biaya,pada akhirnya kambing tersebut kami jual untuk kebutuhan berobat.

Jadi gimana kami mau renovasi rumah, sekarang saja masi berobat jalan karena ingin sembuh dari  penyakit lambung,dan suami juga sudah berumur 60 tahun, mau kerja proyek juga tidak bakal kuat, karena dalam kondisi sudah berumur dan ada saja yang dirasakan badannya. “Ucapnya

Kepala rumah tangga tersebut yakni bernama Mutar dengan pasangnya bernama sopiyah. Di rumah itu, dia tinggal bersama istri, tiga anak,dan 2 cucu. Pengakuannya selama ini, mereka belum tersentuh bantuan dari pemerintah setempat dalam bentuk program bedah rumah.

Fakta Riwayat Asal Usul Mang Itar Dikampung Rawa Bolang

Mang Itar,”Mengatakan asal usul berada dikampung Rawa Bolang, Saat itu kami masih tinggal sewan tangerang. Ketika itu usaha becak dari tahun 1978 hingga tahun 1984.pada tahun 2006 kami memutusakan untuk beli tanah kosong dan pada saat itu harga masih murah pada tahun 2006.

Pada tahun itu kami menjual rumah yang ada di sewan karena membutuhkan biaya untuk pembangunan rumah kami yang berada dikampung rawa bolang.

Ketika pada tahun 2007 kami sepakat untuk membangun rumah walaupun sederhana. Selesai rumah dibangun dan kami beserta empat anak, laki-laki 3 dan perempuan 1 pindah kesini, yakni, kampung rawa bolang Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg. Kabupten Tangerang.

Nah pada tahun 2007 kerja sebagai sopir angkot freelance atau sopir tembak sampai dengan tahun 2018. Saat tahun 2018 mengalami musibah, Yakni, masuk rumah sakit sampai mengalami operasi. Hingg sampai sekarang tidak kerja alias nganggur. Karena sering sakit-sakitan”Tutupnya.

Rumah adalah tempat kisah mulai kehidupan.

Rumah adalah tempat kisah memulai kehidupan.Bukan sekedar tempat tinggal saja, tetapi itu adalah tempat dimana ada keluarga itu sendiri saling membagi rasa sama anak-anak dan cucu-cucu.Karena kecerian dalam rumah adalah karunia.

Rumah sejatinya adalah jiwa yang akan selalu membuat seseorang merasa nyaman dan tentram didalamnya. Sejauh apapun kita melangkah, rumah adalah tempat kita kembali.

Hingga berita ini terbit, Kepala Desa Sukasari belum berhasil ditemui, dan kami coba menghubungi memalui Whatsapp,Namun masih belum aktif.

Previous Article

Tingkatkan Kemampuan, Personel Batalyon B Pelopor Satbrimob ...

Next Article

Bidpropam Polda Banten Laksanakan Operasi Gaktibplin di ...

Redaksi

Related articles More from author

  • Daerah

    Lagi dan Lagi.. LSM APKAN RI Sebut Kegiatan Paving Blok yang Dikerjakan Oleh Pelaksana CV. MANTRA MARGA MULIA, Diduga Cacat ...

    Desember 4, 2024
    By Redaksi
  • Daerah

    H.Iwan Ketua LBH LP KPKN Meminta Kepada BPK-RI Perwakilan Banten Untuk Audit Proyek Pembangunan Jalan lingkungan Paving Blok Di kampung ...

    Februari 25, 2024
    By Redaksi
  • Daerah

    Shalawat 1000 Santri Bakal Iringi Peresmian Banten International Stadium

    April 30, 2022
    By Redaksi
  • Daerah

    Dua Karyawan Chindawei (CDW) Mencari Keadilan!

    Maret 6, 2021
    By Redaksi
  • Daerah

    Garda BMI BP3MI Disnaker Muspika Kecamtan Gunung Kaler Sambut Jenazah PMI yang Meninggal di Saudi Arabiah

    Februari 6, 2023
    By Redaksi
  • Daerah

    UTI!! Kembali Memenangkan Pilkades Desa Tanjakan Mekar

    Oktober 11, 2021
    By Redaksi

You may interested

  • Nasional

    Pemprov Banten Kaji Besaran Bantuan Keuangan Ke Pemerintah Kabupaten Cianjur Untuk Penanganan Bencana Gempa

  • Infrastruktur

    Diduga Proyek Bodong Yang Salah Penempatan Lokasi, Pembangunan Spal Batu Kali Di Perumahan Nuansa Mekar Sari Rajeg, Nampak Seperti Proyek Maklampir

  • Daerah

    Potret Buruk Jalan Lingkungan, Ibu Neng LSM APKAN Akan Hujani Surat Ke Desa Mekar Jaya Sepatan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Links

  • Redaksi
  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • Terkait Konfirmasi : Ketua KPS Bantuan Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kecamatan Sepatan Timur ...

    By Redaksi
    Juni 17, 2026
  • Jual Berbagai Macam Ayam Bangkok Babon Siap Untuk Diternak

    By Redaksi
    Juni 17, 2026
  • Pemerintah Desa Sasak Kecamatan Mauk Kompak Gotong Royong Bersihkan Rumput Dan Got Solokan

    By Redaksi
    Juni 16, 2026
  • Camat Sepatan Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dan Serukan Semangat Mempererat Hubungan Antara ...

    By Redaksi
    Juni 16, 2026
  • Proyek Betonisasi Didesa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Diduga Surganya Kontraktor Nakal

    By Redaksi
    Juni 25, 2021
  • Minta Tak Abaikan Prokes,Covid-19 Amat Membahayakan Dan Nyata Adanya

    By Redaksi
    Juni 21, 2021
  • Curi HP di Toko Kerudung, Pria 37 Diringkus Polsek Cikupa Polresta Tangerang

    By Redaksi
    Juni 21, 2021
  • Sekretaris Umum DPP LBH LP-KPK’N : Ikut Serta Vaksinasi Yang Diadakan Kodim 0510 Tigaraksa

    By Redaksi
    Juni 25, 2021

Follow us

Photostream

    © Copyright jurnallbhlpkpkn.com jasa website Prima Desain. All rights reserved.