JurnalLBH LP-KPK'N

Main Menu

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan

logo

Header Banner

JurnalLBH LP-KPK'N

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan
  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

  • Hadapi Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Imbau Warga Pantau Informasi Resmi BMKG dan Pastikan Wisata Banten Aman

  • Diskominfo Kabupaten Serang Edukasi Keamanan Informasi Data Pribadi Bagi ASN

  • FaktaKini.id Rayakan Ulang Tahun ke-2: Cukup Sederhana dan Terkesan

  • Begini Cara Memasukkan Kode Referal Tiktok

Sejarah & Wisata Religi
Home›Sejarah & Wisata Religi›Tari Cokek, Tarian Seni Tradisional

Tari Cokek, Tarian Seni Tradisional

By Redaksi
Februari 1, 2022
364
0

Tarian tradisional cokek adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke 19 Masehi, ciri khas penarinya memapakai baju kebaya.

Awal mulanya Tari Cokek Tangerang,
Tarian Cokek ini dari adanya pentas hiburan yang diadakan oleh para tuan tanah Tionghoa yang tinggal di Tangerang. Dalam pentas seni itu, Tan Sio Kek, yang merupakan salah satu tuan tanah di Tangerang, mempersembahkan tiga orang penari sebagai wujud partisipasinya dalam pesta hiburan.

Pada saat itu, dia menyisipkan tarian para gadis cantik tersebut sebagai pertunjukan tambahan. Namun, berawal dari pertunjukan tambahan itulah, kemudian para penari ini menjadi terkenal dan berdiri sendiri sebagai kelompok penari yang kemudian tariannya dinamakan tari cokek. Kata “cokek” diambil dari tuan tanah yang bernama Tan Sio Kek, orang pertama yang mengilhami pertunjukan tarian ini.

Khas Tarian Tradisional Cokek

Penari cokek berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama gambang kromong. Rentangan tangannya setinggi bahu, dan gerakan kaki meningkah. Tari cokek ini kerap identik dengan keerotisan penari, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat lantaran dalam peragaannya, pria dan wanita menari berpasang-pasangan dalam posisi saling berhadapan.

Keistimewaan Tari Cokek terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti. Tarian diawali dari formasi memanjang, di mana antara satu penari dengan penari lainnya saling bersebelahan.

Setelah dengan gerakan kaki yang bergerak maju mundur tersebut. Lalu gerakan itu kemudian dilanjutkan dengan ajakan pada para penonton untuk ikut bergabung menari. Mengajak para undangan, dan penonton itu dilakukan dengan cara mengalungkan selendang ke leher sambil menariknya maju ke depan.

Mengajak untuk cari cokek itu umumnya ditujukan pada tamu undangan yang terdiri dari para pemuka masyarakat dan orang kaya setempat. Untuk menari bersama-sama antara penari dengan penonton, dan saling berdekatan, tapi tidak saling bersentuhan.

Ciri Khas Warna Busana

Selain gerakannya yang pelan dan mudah diikuti, Tari cokek juga memiliki keistimewaan lainnya yaitu busana penarinya. Busana yang dipakai para penari cokek dengan ciri khas memakai baju kebaya yang terbuat dari kain sutra yang berwarna hijau, merah, kuning, dan ungu.

Na, warna kain inilah dapat bertambah ciri khas tarian tradisional cokek, saat ketika terkena pancaran sinar lampu. Kilauan busana ini menambah indahnya nuansa warna pada busananya. Selain keindahan busananya, rambut para penari Tari Cokek yang dikepang dan dipasangi sanggul juga menambah kecantikan para penari.

Tarian tradisional cokek biasa dipentaskan pada acara-acara kebudayaan, perkawinan dan biasa diadakan oleh oleh warga Cina benteng di Tangerang untuk menyambut tamu, khususnya acara perkawinan.

Pernahkah Anda mendengar Tari Cokek? Nama yang unik untuk sebuah kesenian. Bagaimana, Anda tertarik ?

 

Terimakasih
Author : A Iwan Dahlani

Previous Article

Satbrimob Polda Banten Bersama TNI AL Kompak ...

Next Article

Presiden Joko Widodo Apungkan Lampu Lampion Saat ...

Redaksi

Related articles More from author

  • Sejarah & Wisata Religi

    Legenda Dan Mistis Kerajaan Alam Goib Gantarawang

    Januari 29, 2022
    By Redaksi
  • Sejarah & Wisata Religi

    Cerita Misteri Gunung Salak Bogor, Bikin Bulu Kuduk Merinding

    Februari 2, 2022
    By Redaksi
  • Sejarah & Wisata Religi

    Sejarah Syekh Maulana Mansyuruddin Cikadueun

    Januari 30, 2022
    By Redaksi
  • Sejarah & Wisata Religi

    The Thousand Doors Mosque Has a Giant Tasbih Inside

    Januari 14, 2022
    By Redaksi
  • Sejarah & Wisata Religi

    Kisah Cerita Mistis Pernikahan Ki Buyut Beji Bersama Putri Alam Goib

    Januari 28, 2022
    By Redaksi
  • Sejarah & Wisata Religi

    Keramat Makam Mbah Wali Di Gunung Haruman

    April 8, 2023
    By Redaksi

You may interested

  • Bisnis & Ekonomi

    Ketahui Bagaimana Cara Memilih Jasa Pengiriman Cargo Darat

  • Daerah

    Pelaksana Pembangunan Gedung Arsip UPTD PPD Balaraja Tuai Kritik Tajam Dari Ka.Kajian DPD LSM PENJARA PN Banten

  • Teknologi Informasi

    Begini Tips Jadi Host Live Streaming Melalui TikTok

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

DPRD Provinsi Banten Ucapkan Selamat Hari Pahlawan Nasional 2024

IKLAN

UCAPAN HARI KEBEBASAN PERS SEDUNIA

Links

  • Redaksi
  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

    By Redaksi
    Januari 28, 2026
  • Kecamatan Teluknaga dan Bappeda Kabupaten Tangerang Gelar Musrenbang, Fokuskan Prioritas Infrastruktur dan Banjir

    By Redaksi
    Januari 27, 2026
  • Musrenbang Kecamatan Sukadiri, dan Bappeda Kabupaten Tangerang Soroti Jalan Rusak Siap Menindaklanjuti

    By Redaksi
    Januari 27, 2026
  • Musrenbang Kecamatan Pakuhaji Bersama Bappeda Kabupaten Tangerang, Fokuskan Perbaikan Infrastruktur

    By Redaksi
    Januari 27, 2026
  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

    By Redaksi
    Januari 28, 2026
  • SEVEN LEGS

    By userr
    Juni 8, 2015
  • Pink Troubles

    By userr
    Juni 8, 2015
  • Modern designer wall coverings & wall art

    By userr
    Juni 9, 2015

Follow us

Photostream

    © Copyright jurnallbhlpkpkn.com jasa website Prima Desain. All rights reserved.