JurnalLBH LP-KPK'N

Main Menu

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan

logo

Header Banner

JurnalLBH LP-KPK'N

  • Home
  • Hukum
  • Daerah
  • Nasional
  • Infrastruktur
  • TNI-POLRI
  • Pemerintahan
  • SMSI Apresiasi Pemkot Cilegon: Dari Kesunyian Wartawan Lahir Monumen Kebanggaan Indonesia

  • Agenda Penyelesaian Sengketa Informasi Publik Desa Tanah Merah Kembali Ditunda, Ini Alasannya

  • Hadapi Musim Hujan, Gubernur Andra Soni Imbau Warga Pantau Informasi Resmi BMKG dan Pastikan Wisata Banten Aman

  • Diskominfo Kabupaten Serang Edukasi Keamanan Informasi Data Pribadi Bagi ASN

  • FaktaKini.id Rayakan Ulang Tahun ke-2: Cukup Sederhana dan Terkesan

Ekonomi
Home›Ekonomi›Sedikit Membuka Hati Kita, Cerita Belanja Di Pasar Tradisional

Sedikit Membuka Hati Kita, Cerita Belanja Di Pasar Tradisional

By Redaksi
Maret 2, 2022
517
0

Belanja dipasar tradisional terlihat di sudut pasar ada seorang pedagang perempuan. Tepat saat kami belanja sayuran, saat itulah muncul seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah. Awalnya si pembeli ingin membeli 1kg buah seharga 8rb/kg yang sebelumnya dihargai 11rb/kg. Ia pun berusaha keras menawar. Pada akhirnya Ibu si penjual sepakat menjual 7rb/kg. Si Pembeli kemudian melihat buah lain, Ibu tersebit menjual dengan harga 20rb/kg, Terjadilah tawar-menawar.

Mengapa Orang Tega Menekan Harga Pada Pedagang Kecil

Si pembeli terus memaksa ingin membeli buah tersebut dengan harga 10rb/kg. Katanya, buah begitu tidak layak dihargai 20rb/kg. Akhirnya si Ibu Penjual pun sepakat seharga 10rb/kg karena sudah lama buah tsb belum laku.

Namun, kami sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa. Kami merenung, banyak orang sering sekali berhemat setiap rupiah dari si penjual. Belanja dipasar trasidional memang sering sekali kita temukan dengan harga murah.

Tetapi mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional mudah untuk ditawar. Mereka menawar begitu gigih, setelah itu mereka kemudian merasa puas karena bisa menawar.

Lalu kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000, Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar. Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.

Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan. Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun. Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.

Baca juga: Usaha Makanan dengan Modal Kecil yang Mudah Dilakukan

Si Kaya Yang Pelit

Si kaya berusaha berhemat setiap keping rupiah dari si miskin yang berkerja lebih keras, lebih berat, di bawah panas terik matahari, tak jarang membuat penampilan mereka lusuh dan kotor demi memberi makan keluarganya.

Namun si kaya rela menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall, tempat wisata, club malam, dan sebagainya tanpa menanyakan kepantasan harga atau tarif yang dibebankan kepada mereka.

Sadar atau tidak kita telah membuat si miskin bertambah miskin dan si Kaya bertambah kaya karena kebodohan kita. Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya. Dan sadar ataupun tidak. Mereka mungkin adalah Kita.

Belanja dipasar tradisional memanglah harga yang murah. Namun, miris melihat si pedagang kecil yang dagangannya ditawar dengan harga yang tak sesuai.

 

Hanya Interospeksi
Semoga Bermanfaat

Previous Article

KPK Panggil Dua Pejabat PEMKOT TANGSEL Terkait ...

Next Article

Tindaklanjuti Instruksi Presiden Jokowi, Kapolri: Seluruh Personel ...

Redaksi

Related articles More from author

  • Ekonomi

    Lagi, BRI Peduli Salurkan Bantuan Pangan di Tangerang Raya

    April 28, 2024
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Ini Besaran UMK 2022 Provinsi Banten

    November 30, 2021
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Dorong Ekonomi Rakyat, DPRD Banten Usulkan Pelatihan Kewirausahaan dan Sertifikasi Halal

    November 13, 2025
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Pemprov Kucurkan Bankeu Desa Rp18.570 Miliar, Pj Gubernur Banten : Difokuskan Kepada Penanganan Stunting

    November 15, 2022
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Pemprov Banten Bakal Operasi Pasar Tiap Pekan

    Maret 28, 2023
    By Redaksi
  • Ekonomi

    Perumda Pasar NKR Bujuk Pedagang Pasar Kutabumi agar Terima Direlokasi

    Maret 29, 2024
    By Redaksi

You may interested

  • Infrastruktur

    Pembangunan Udit RT 04/01 Di Desa Sukamantri Diduga Tak Transfaran, LBH LP KPKN Dan LSM APKAN Akan Gugat Ke Komisi Informasi Publik Provinsi Banten

  • Bisnis & Ekonomi

    Paritrana Award 2024, Plh Sekda Provinsi Banten Virgojanti Ajak Perkuat Jaminan Perlindungan Sosial

  • Politik

    Rapat Sosialisasi KPU Kota Tangerang Serta Insan Media dalam Pilkada Walikota Tangerang 2024

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Links

  • Redaksi
  • Recent

  • Popular

  • Comments

  • *Wajib Audit* : Nampak Nyata Kerusakan Dan Berlobang Pembangunan Jalan Hotmix Tahun 2025, Diduga Lemahnya ...

    By Redaksi
    Maret 13, 2026
  • FP2N Geruduk Kantor Dishub Kota Tangerang, Soroti Parkiran Liar Truk Wing Box di Jalan Juanda ...

    By Redaksi
    Maret 11, 2026
  • Banjir di Kota Tangerang, DPRD Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan”

    By Redaksi
    Maret 11, 2026
  • Sukadiri Gemilang : CSR PIK 2 Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Di GSG Kantor Kecamatan ...

    By Redaksi
    Maret 11, 2026
  • *Wajib Audit* : Nampak Nyata Kerusakan Dan Berlobang Pembangunan Jalan Hotmix Tahun 2025, Diduga Lemahnya ...

    By Redaksi
    Maret 13, 2026
  • SEVEN LEGS

    By userr
    Juni 8, 2015
  • Pink Troubles

    By userr
    Juni 8, 2015
  • Modern designer wall coverings & wall art

    By userr
    Juni 9, 2015

Follow us

Photostream

    © Copyright jurnallbhlpkpkn.com jasa website Prima Desain. All rights reserved.