Tari Cokek, Tarian Seni Tradisional

137

Tarian tradisional cokek adalah seni pertunjukan yang berkembang pada abad ke 19 Masehi, ciri khas penarinya memapakai baju kebaya.

Awal mulanya Tari Cokek Tangerang,
Tarian Cokek ini dari adanya pentas hiburan yang diadakan oleh para tuan tanah Tionghoa yang tinggal di Tangerang. Dalam pentas seni itu, Tan Sio Kek, yang merupakan salah satu tuan tanah di Tangerang, mempersembahkan tiga orang penari sebagai wujud partisipasinya dalam pesta hiburan.

Pada saat itu, dia menyisipkan tarian para gadis cantik tersebut sebagai pertunjukan tambahan. Namun, berawal dari pertunjukan tambahan itulah, kemudian para penari ini menjadi terkenal dan berdiri sendiri sebagai kelompok penari yang kemudian tariannya dinamakan tari cokek. Kata “cokek” diambil dari tuan tanah yang bernama Tan Sio Kek, orang pertama yang mengilhami pertunjukan tarian ini.

Khas Tarian Tradisional Cokek

Penari cokek berjejer memanjang sambil melangkah maju mundur mengikuti irama gambang kromong. Rentangan tangannya setinggi bahu, dan gerakan kaki meningkah. Tari cokek ini kerap identik dengan keerotisan penari, yang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat lantaran dalam peragaannya, pria dan wanita menari berpasang-pasangan dalam posisi saling berhadapan.

Keistimewaan Tari Cokek terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti. Tarian diawali dari formasi memanjang, di mana antara satu penari dengan penari lainnya saling bersebelahan.

Setelah dengan gerakan kaki yang bergerak maju mundur tersebut. Lalu gerakan itu kemudian dilanjutkan dengan ajakan pada para penonton untuk ikut bergabung menari. Mengajak para undangan, dan penonton itu dilakukan dengan cara mengalungkan selendang ke leher sambil menariknya maju ke depan.

Mengajak untuk cari cokek itu umumnya ditujukan pada tamu undangan yang terdiri dari para pemuka masyarakat dan orang kaya setempat. Untuk menari bersama-sama antara penari dengan penonton, dan saling berdekatan, tapi tidak saling bersentuhan.

Ciri Khas Warna Busana

Selain gerakannya yang pelan dan mudah diikuti, Tari cokek juga memiliki keistimewaan lainnya yaitu busana penarinya. Busana yang dipakai para penari cokek dengan ciri khas memakai baju kebaya yang terbuat dari kain sutra yang berwarna hijau, merah, kuning, dan ungu.

Na, warna kain inilah dapat bertambah ciri khas tarian tradisional cokek, saat ketika terkena pancaran sinar lampu. Kilauan busana ini menambah indahnya nuansa warna pada busananya. Selain keindahan busananya, rambut para penari Tari Cokek yang dikepang dan dipasangi sanggul juga menambah kecantikan para penari.

Tarian tradisional cokek biasa dipentaskan pada acara-acara kebudayaan, perkawinan dan biasa diadakan oleh oleh warga Cina benteng di Tangerang untuk menyambut tamu, khususnya acara perkawinan.

Pernahkah Anda mendengar Tari Cokek? Nama yang unik untuk sebuah kesenian. Bagaimana, Anda tertarik ?

 

Terimakasih
Author : A Iwan Dahlani

Comments are closed.