Mengenal tentang Kebudayaan Batu Besar (Megalithikum)

Mengenal tentang Kebudayaan Batu Besar (Megalithikum)- Pra-sejarah adalah masa di mana bukti-bukti sejarah paling sulit ditemukan. Hal ini dikarenakan tidak adanya catatan tertulis dari zaman prasejarah.
Informasi mengenai era ini diperoleh melalui bidang-bidang ilmiah seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, dan arkeologi seperti bangunan megalitik ini.
Istilah megalitik berasal dari bahasa Yunani, mega yang berarti besar dan lithos yang berarti batu. Oleh karena itu, megalitik berarti batu besar. Manusia prasejarah menggunakan batu-batu besar untuk membangun bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemujaan bagi roh leluhur.
Bangunan-bangunan ini didirikan untuk tujuan penghormatan dan pemujaan, sehingga bangunan megalitik berkaitan erat dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat prasejarah pada masa itu. Bangunan megalitik tersebar di seluruh Indonesia. Berikut beberapa bangunan Kebudayaan Batu Besar (Megalithikum).
Menhir
Menhir adalah monumen batu tunggal yang didirikan untuk upacara penghormatan kepada roh leluhur. Menhir telah ditemukan di Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.
Sarkofagus
Sarkofagus adalah peti mati yang terbuat dari dua batu yang disatukan. Peninggalan ini sering ditemukan di Bali.
Dolmen
Dolmen adalah meja batu untuk meletakkan sesaji, penghormatan kepada roh leluhur, dan tempat jenazah. Lokasi penemuannya adalah Bondowoso, Jawa Timur. Peti Batu
Peti batu adalah lempengan batu besar yang disusun membentuk peti mati. Peti batu ditemukan di daerah Kuningan, Jawa Barat.
Waruga
Waruga adalah peti batu kecil berbentuk kubus atau bulat yang terbuat dari batu padat. Waruga umumnya ditemukan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
Patung
Patung adalah patung yang terbuat dari batu padat, beberapa menyerupai manusia, kepala manusia, dan hewan. Patung umumnya ditemukan di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Punden Bertingkat
Punden bertingkat adalah tempat ibadah. Struktur ini dibuat dengan menumpuk batu secara bertingkat, menyerupai candi.
Budaya Zaman Logam
Budaya perunggu di Indonesia diperkirakan berasal dari wilayah Dongson di Tonkin, Vietnam. Budaya Dongson tiba di Indonesia sekitar abad ke-300 SM, dibawa oleh subras Deutero Melayu (Melayu Muda) yang mengembara ke Indonesia. Artefak budaya dari Zaman Logam meliputi:
Nekara
Moko
Kapak Perunggu
Candrasa
Perhiasan Perunggu
Manik-manik
Bejana Perunggu
Patung Perunggu
Demikian penjelasan tentang Mengenal tentang Kebudayaan Batu Besar (Megalithikum) semoga bermanfaat, terimakasih





