Diduga Kurangi kubikasi Aktivis Pantura Meminta BPK-RI Untuk Audit Pembangunan Jalan Betonisasi Di Perumahan Puri Tamarin Sepatan
Kab. Tangerang – Jurnallbhlpkpkn.com – Sejumlah Aktivis Pantura di Tangerang Utara, Kabupaten Tangerang meminta inspektorat untuk melakukan audit terhadap proyek infrastuktur yang ada di Perumahan Puri tamarin Kecamatan Sepatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.
Mereka menilai audit inspektorat perlu dilakukan meyusul, adanya dugaan pembangunan proyek yang tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).
LBH LP KPKN,” H.iwan mengatakan, beberapa proyek infrastruktur di kabupaten Tangerang yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Tangerang tahun 2023 yang dikerjakan melalui pihak kedua sudah ada yang selesai dibangun. Namun, ada beberapa kegiatan pembangun yang sudah selesai dibangun. Misalnya proyek pembangunan betonisasi jalan perumahan Puri tamarin di jalan pelamboyan IV RT 06 RW 03 , Desa Pisangan jaya kecamatan sepatan
Baca berita betonisasi : Perihal Rehabilitasi Pengerjaan Betonisasi Di Jalan Mekar Jaya Desa Karet Kecamatan Sepatan, LBH LP KPKN Akan Bersurat Ke BPK RI
“Saya minta inspektorat Kabupaten Tangerang secara profesional dan proporsional melakukan audit terhadap proyek-proyek infrastruktur di kabupaten Tangerang Hasilnya, sampaikan ke publik khususnya ke warga Puri tamarin” kata haji Iwan , Sabtu (16/12/2023).
Menurut haji Iwan, proyek infrstuktur yang dikerjakan pada tahun ini di Kecamatan sepatan menjadi perhatian publik lantaran menimbulkan banyak pertanyaan warga. Misalnya, dari penunjukan rekanan pelaksana proyek, papan proyek yang tidak terpasang saat pengerjaan, pembangunan yang tidak skala prioritas seperti jalan yang masih layak dilakukan perbaikan dan yang rusak tidak dibangun.
“Saya sebagai masyarakat bukan tidak berterima kasih ke Pemkab Tangerang yang sudah mempercepat pembangunan. Akan tetapi, dengan adanya proyek pembangunan misalnya betonisasi jalan Puri tamarin yang ketebalannya bervariasi ada yang hanya 9 cm, 12cm,10cm, setelah selesai dikerjakan menimbulkan kekhawatirkan pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang tidak bisa dirasakan lama oleh warga,” tuturnya.
Senada disampikan, Aktivis Tangerang Utara lainnya Burhan bauk mengaku proyek yang sedang dikerjakan dan sudah selesai dikerjakan di Kecamatan sepatan ramai diperbincangkan aktivis di Tangerang Utara lantaran ditemukan kejanggalan. Agar hal tersebut tidak menjadi polemik, diharapkan inspektorat Kabupaten Tangerang agar segera melakukan audit seluruh proyek yang ada di kabupaten tangerang
“Selain inpektorat Kabupaten Tangerang turun, saya juga minta ke penegak hukum dan BPK RI juga turun untuk melakukan peyelidikan di proyek-proyek di kabupaten tangerang yang diduga terdapat kejanggalan”paparnya
Hingga berita ini tayang pihak terkait belum berhasil di konfirmasi.







