Terkait Pembangunan Jalan Beton Sumber Dari Kecamatan Kresek, Diduga Bermasalah, H.Iwan Minta BPK – RI Perwakilan Banten Audit

Tangerang – Proyek pembangunan betonisasi jalan kibuyut jabar yang tepatnya berlokasi di kampung pulo Rt.09/03 Desa talok kecamatan kresek kabupaten tangerang. Menuai sorotan serius.
Pasalnya saat dilokasi pembangunan betonisasi jalan kibuyut jabar diduga tanpa pengawasan dari PPTK atau pengawas kegiatan kecamatan kresek, pengawas kegiatan dari kecamatan kresek perlu musahabah didalam perannya sebagai petugas pengawas. (Rabu 15 April 2026)
Dikatakan langsung oleh H.Iwan dari LSM APKAN – RI Proyek pembangunan betonisasi ini kuat dugaan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dapat merugikan keuangan negara (APBD Kabupaten Tangerang tahun 2026.

Hasil temuan lapangan terlihat nyata tanpa ada pembersihan dasar, agregat tak nampak, tak ada wolles, para pekerja tidak lengkapi alat pelindung diri, Dan seharusnya para pekerja dilengkapi menggunakan alat pelindung diri (APD) agar terlindung dari bahaya, lalu dimana perannya pengawas, diduga pengawas tutup mata.
“Menurut H.Iwan, “Bahwa pengawas harus melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi pengawas yaitu melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembangunan
Lebihlanjutnya,”Bahwa proyek pembangunan betonisasi yang berjudul betonisasi jalan kibuyut jabar kampung pulo RT.09/03 Desa Talok yang menelan anggaran sebesar Rp.100.000.000 seratus juta rupiah, yang dikerjakan oleh pelaksana CV.SHAFIRA PUTRI UTAMA, Perlu di Audit agar tidak menimbulkan dugaan-dugaaan atau lainnya.
Untuk itu, kami dari Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (APKAN – RI) akan segera bersurat kepada Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK- RI) Perwakilan Banten, guna mendapat kepastian dan kesesuaian pada proyek pembangunan jalan betonisasi tersebut.”tuturnya
Hingga berita ini tayang PPTK kecamatan kresek dan pengawas kegiatan sulit dikonfirmasi untuk klarifikasi. (Tim)





