Dugaan Ketidaksesuaian Volume Ketebalan Benol Dan Kualitas Agregat Pada Pembangunan Jalan Gardu Tanah Merah, H. IWAN Minta Audensi Dengan Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air

Tangerang – Dugaan ketidaksesuaian volume ketebalan benol dan kualitas agregat serta ketebalan agregat di proyek pembangunan jalan gardu tanah merah yang berlokasi di jalan pakuhaji, yang digagas sebagai bagian dari program pemerintah kabupaten tangerang.

Pembangunan jalan gardu tanah merah yang dikerjakan oleh pelaksana CV. PUTRA JAYA KARTA menelan anggaran sebesar Rp.7.208.000.000 (tujuh miliar dua ratus delapan juta rupiah) yang bersumber dari APBD tahun 2026 kabupaten tangerang.
Benol merupakan campuran beton mutu rendah dengan kadar semen dan air lebih sedikit dari pada beton struktural, umumnya digunakan sebagai lantai kerja.
Berfungsi untuk meratakan permukaan tanah, mencegah resapan air semen dari beton utama ke tanah, dan mendukung struktur di atasnya.
Namun temuan dilokasi pengerjaan benol jalan gardu tanah merah ini nampak nyata dengan ketebalannya yang bervariasi, 13cm, 12cm, 9cm, 8cm.
Dan untuk ketebalan agregat 10cm, kualitas agregat diduga tidak sesuai RAB.
H.Iwan Mengatakan,” Benol adalah lantai dasar berfungsi utama sebagai lantai kerja non-struktural yang rata, stabil, dan bersih sebelum pengecoran utama. Ini mencegah air semen dari beton struktural meresap ke tanah, melindungi fondasi dari kelembapan, yang merupakan faktor penting dalam menentukan kulaitas dan daya tahan kontruksi jalan.
Lebih lanjut, ” H. Iwan selaku aktivis sukadiri meminta audiensi kepada dinas bina marga dan sumber daya air kabupaten tangerang, agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan ataupun lain nya yang dapat merugikan keuangan negara (APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2026)
Hingga berita ini tayang dipublik, pelaksana dari CV. PUTRA JAYA KARTA, Pengawas, Konsultan, dan PPTK dinas terkait belum berhasil di konfirmasi untuk klarifikasi guna mendapat kepastian dan kesesuaian pada pengerjaan pembangunan jalan gardu tanah merah (Red/team)





