Mengenal Apa Itu AL-HIKMAH, Berikut Lengkapnya…

253

Apa itu Al-hikmah ialah Ilmu Al-Hikmah bukan Ahli Hikmah, bukan Hijib, bukan Kontak, sedangkan yang dinamakan dengan Hijib ialah yang mengamalkan puasa dan wiridan.

Adapun yang dimaksud dengan Kontak ialah mereka yang memasukkan benda-benda tertentu kedalam tubuh seseorang seperti sambatan, susuk dan benda-benda keras lainnya.

Sedangkan Apa itu Al-hikamh yaitu Ilmu Al-Hikmah Menurut hukum adalah ”SIRRULLAH”, yaitu contoh – contoh akhir kalam :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

”Barang siapa mengucap La ilaha illallah di akhir ucapan, maka jaminannya masuk surga”.
Itu di akhirat, sedangkan di dunianya di contohkan dengan Ilmu Al-Hikmah.

Al-Hikmah yang bergerak diperut itu, ” La illaha ilallah ”. Yang bergerak ditangan, ”Muhammadur Rasulullah ”. karena di tangan adalah utusan.

Kenapa Harus Al-Hikmah Dan Apa Itu Al-Hikmah

Kemudian apa itu Al-hikmah, Karena mungkin tidak ada Ilmu seindah dan semudah ilmu Al-Hikmah, indah karena cukup menyebut nama ALLAH, mudah karena hanya dengan mengeraskan perut, maka sudah mencakup seluruh tujuan. Misalnya untuk menghindari seluruh mahluk Allah yang berniat jahat atau untuk pengobatan.

Kenapa indah? Karena Likalimatin thoyibah, ” laa illaha ilallah ”, bahwa tidak ada kalimat sebagus dan seindah kalimat, ” laa illaha ilallah”. yang bergerak diperut dalil akhirul kalam,” laa illaha ilallah dakholal jannah”, untuk menyelamatkan kita di akhirat.

Sedangkan yang bergerak di tangan ” Ya Abdul Jabbar ”, yang disebut tingkat dua untuk menyelamatkan kita di dunia.

Kalimat ” Abdul jabbar ” dari gerakan tangan atau yang disebut ”Muhammadur Rasulullah” menurut ulama dalam kitab tafsir showi itu adalah bahasa ahli neraka yang tertolong oleh Nabi Muhammad SAW setelah di angkat ke surga, mereka memberi julukan ” Ya Abdul Jabbar ” kepada Nabi Muhammad SAW.

Tetapi di kitab lain ” Ya Abdul Jabbar ”, itu merupakan julukan malaikat Izrail yang diberikan oleh ahli surga yang tidak merasakan neraka.

Diriwayatkan dalam Kitab ”Jawahirul Buchori”

Ketika Rasul pulang dari perang handak, beliau beristirahat dengan seorang sahabat bernama Jabir dibawah satu pohon yang rindang. Pedang Rasul di gantung di salah satu dahan pohon dan sahabat Jabir pun pergi menjauh dengan maksud supaya tidak mengganggu istirahatnya Rasul.

Tiba-tiba muncul seorang kafir Arabi yang berniat membunuh Rasul, kafir Arabi itu mengambil pedang Rasul yang tergantung di dahan. Dan mengarahkannya ke leher Rasul, tetapi dia langsung terpental dan akhirnya lari.

Setelah kejadian itu sahabat Jabir menghampiri Rasul dan bertanya, ”Ya Rasul, aku melihat pedang tadi di arahkan tepat di leher Engkau tapi mengapa mereka bisa terpental?” Rasulullah menjawab : ”aku hanya menyebut nama ALLAH”.

Inilah salah satu riwayat Rasul yang menggambarkan betapa indahnya dan mudahnya Al-Hikmah, karena hanya dengan menyebut nama ALLAH bisa menghindarkan seluruh makhluk ALLAH yang berniat jahat terhadap kita.

Walaupun riwayatnya waktu itu Rasul tidak dibarengi dengan mengeraskan perut. karena itu adalah bagian dari mukjizat ke Nabian

Menurut ulama dalam kitab ”Pawaidul makiyah”, setiap sindiran itu syair dan Setiap syair adalah haram setiap ilmu adalah sihir adalah haram. Sedangkan menurut hadist Rasul setiap omongan anak Adam haram kecuali amar ma’ruf nahi mungkar maka syair tersebut haram kecuali Syair Ruku Wudhu,rukun sholat dan lain-lain.

Sihir,setiap ilmu sihir haram kecuali Al- Hikmah karena syarat dari Al-Hikmah harus islam, yaitu Islam yang sanggup menjalankan segala perintah -Nya dan sanggup meninggalkan segala larangan -Nya. Baca Dua Kalimat Syahadat atau menyebut nama Allah itu Halal lain itu hanya Allah S.W.T yang tahu.

Mukjizat adalah ke istimewaan bagi Nabi dan Rasul dari Allah, maka ukuran Ilmu bukan dari Nabi dan Rasul. Hidayah adalah ke istimewaan bagi orang yang ahli ibadah.

Sedangkan Istidzrad merupakan sindiran Allah bagi orang yang bukan ahli ibadah. Apa khijab? Adalah kelihatan. Apa Istidzrad ? Adalah sindiran.

Kenapa Mukhasafah hanya terbayang? Karena ilmu tidak akan berkembang. Barang siapa yang sudah bisa melihat neraka dan surga maka tidak akan sanggup hidup di dunia.
Tetapi kalau Rasul Nabi Muhammad SAW, surga atau neraka sudah sebanding atau seimbang dengan badan beliau yang sudah dari cahaya.

Namun Hidayah atau Mukhasafah itupun harus di atur atau mengerti hukum – hukum syara atau agama karena syetan tidak mau ketinggalan.

Syetan lebih cerdik dengan berbisik ketika kita mengerjakan shalat ( Ingat Allah), maka diajak berpaling oleh syetan.

Apabila ada Hidayah harus ditimbang oleh hukum, jika tidsk cocok di TOLAK! Apabila sesuai silahkan dipakai,  mukhasafah pun bisa sama Syetan pun bisa bikin bayangan dimana tidak cocok dengan hukum di TOLAK!

Hati-hati bagi orang yang ahli ibadahjangan sampai tertipu Syetan, karena ada ahli ibadah yang tertipu oleh Syetan salah satunya adalah KI Barsisoh Ulama besar ahli zikir, menjadi acuan kita semua khususnya para Pembina dan ikhwan atau akhwat Al-hikmah.

Khijab adalah milik dan jatahnya Nabi dan Rasul Allah, Mukhasafah adalah milik dan jatahnya Wali dan Ulama, Hidayah adalah milik jatahnya Orang-orang mukmin – mukminat
Istidzrad adalah miliknya dukun dan lain-lain, dikasih kelebihan tapi bukan ahli ibadah.

Al Baqarah Ayat 269

یُّؤۡتِی الۡحِکۡمَۃَ مَنۡ یَّشَآءُ ۚ وَ مَنۡ یُّؤۡتَ الۡحِکۡمَۃَ فَقَدۡ اُوۡتِیَ خَیۡرًا کَثِیۡرًا ؕ

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.

Baca juga tentang : Kisah Sejarah  Asal Usul Perguruan AL-HIKMAH Cisoka Tangerang Banten

 Apa Itu Al-hikamah sebagaimana himbauan Guru Kita

Maka  saya ( Abah KH.Iskandar )menghimbau ke seluruh Pembina atau perawat Al-Hikmah dan khususnya anggota Al-Hikmah umumnya untuk muslimin muslimat hati-hati cara menggunakan ilmu jangan sampai membawa mati su’ul khatimah buat kita. Ilmu Al-Hikmah menurut medis begitu hebat, tanpa puasa tanpa wirid dengan perbandingan tanah lawan tanah. Artinya seluruh kenikmatan di dunia terbuat dari tanah, dan seluruh musibah juga terbuat dari tanah.

Misalnya:

  1. Susu nikmat, itupun kalau sudah masuk perut. Artinya susu berasal dari binatang atau tumbuhan yang terbuat dari tanah, sedangkan perut kita juga terbuat dari tanah.
  2. Golok atau senjata Api itu apabila terken tubuh sakit, sakitpun kalau sudah mauk ke perut atau ke badan kita. Golok atau senjata Api terbuat dari tanah. Perbandingannya kita harus mengeraskan perut untuk melawan golok atau senjata Api (tanah dilawan tanah).
  3. Apabila kita sakit kepala kita minum obat. Artinya kepala terbuat dari tanah sedangken obat juga terbuat dari tanah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Sedangkan ilmu Al-Hikmah menurut teknologi, badan kita ini tergantung kebutuhan, kalau ingin keturunan atau anak harus di gerakan dengan istri. Kalau ingni ilmu harus berangkat ke majlis ta’lim, kalu ingin padi dan pisang harus digerakan dengan cangkul. Kalau kita ingin menghindar dari makhluk Allah  yang akan berbuat jahat kepada kita, maka harus digerakan perut dengan sekeras-kerasnya.

Hal ini khusus bagi orang-orang  yang sudah berijajah ilmu Al-Hikmah, sedangkan bagi yang belum berijajah tentu tidak bisa.

Guru Besar AL – HIKMAH, KH.ISKANDAR

TANYA – JAWAB apa itu Al-Hikmah didepan Ikhwan dan Akhwat di Surabaya

Tanya,”.Mengapa orang Al-Hikmah setelah digores tidak bisa diserang Dan kalau kekuatan, kekuatan apa….apa bukan JIN. “Ucap ikhwan

“Jawab singkat : “Ikhwan Al-Hikmah asal sanggup meninggalkan larangan ALLAH SWT dan sanggup mengerjakan perintah ALLAH, SWT, dan apabila DUA KALIMAH SYAHADAT sudah dibaca, dikeraskan perut maka yang mukul yang mental.”Ucap Abah KH. ISKANDAR

Yang namanya ASYHADU ALA ILLAHAILALLAH
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADUR RASULULLAH

Itu adalah AQOM yaitu yakin adanya ALLAH SWT, dan ROSULULLAH yakni Nabi Muhammad…

Sedangkan tidak akan tau ESA-nya ALLAH SWT, GAGAH-nya ALLAH SWT
Kalau tidak tahu sifat 20. Apa artinya sifat 20 yang artinya Wujud, Qidam, Baqa, Mualafatul lilhawadisi dan selanjutnya……..

Yang artinya Wujud adanya ALLAH SWT pasti ada, dalilnya bumi dan langit serta isinya, disifat 20 dimasukkan ke lafadz ILLA…ILLAHA…ILLA…ALLAH yang menurut Ilmu Tauhid me-WAHID-kan ALLAH SWT itu satu.

Itu disebut – sebut Laa…..Jalal, Ilaha…..Jamal, Illa…….Qohar, ALLAHU….Kamal, Laa….Nafi, Illaha…..Manfi, Illa……Istbat, Allahu……Musbat, Itu bahasa Arab disitu disebut ILLA….. Istbat… Istbat…Istbat itu menyebut nama ALLAH SWT…Di lafad lainnya , ILLA itu Qohar = Gagah. Bahasa kitanya Qohar itu Gagah, dan siapa yang menyebut – nyebut nama  ALLAH SWT itu gagah. Karena akan diselamatkan di dunia dan di akhirat.

Maka Dua Kalimah Syahadat dibaca dan dikeraskan perut, Sesuai dengan lafadz ILLA adanya tengah -tengah sama dengan perut adanya tengah Jadi yang mendorong orang mental itu adalah QUDROT.

Sifat QUDROT dari Wujud, Qidam, Baqa…dan seterusnya, tadi ada sifat Qudrot , Qudrot  ALLAH, SWT di IRODAT-kan, kekuasaan ALLAH SWT di karsakan pada orang yang belajar Al-Hikmah, QUDROT – IRODAT – ILMU – HAYAT

Mengapa Ikhwan dan Akhwat Al-Hikmah harus di gores atau dibuka

Ikhwan dan Akhwat yang belajar Al-Hikmah sebelum belajar al – Hikmah harus di gores atau dibuka oleh Guru atau Perawat Al-Hikmah dengan tujuan agar pada waktu me-wirid, wirid – wiridnya itu mengisi di tempat – tempat yang sudah dibuka oleh Guru Al – Hikmah. Wirid – wirid yang di ucapkan dengan lisan ini sebagai wudhu batinnya ikhwan dan akhwat Al-Hikmah.

Menurut Tasawuf

2 (dua ) jari di bawah Puting susu sebelah kiri adalah Latifatul Qalby yang berhubungan dengan jantung jasmani. Disinilah letaknya sifat–sifat kemusyrikan, kekafiran dan ke takhayulan dan sifat–sifat iblis.
2 (dua) jari di bawah Puting susu sebelah kanan adalah Latifatu Roh yang berhubungan dengan Rabu jasmani. Disinilah letaknya sifat Dahimiyah (Binatang Jinak),yaitu sifat – sifat menuruti hawa nafsu.

Sedangkan ditengah-tengah dada adalah Latifatul Akhfa berhubungan dengan empedu jasmani. Disinilah letaknya Rabaniyah, yaitu sifat – sifat Ria, Takabur, Sombong, Ujub, Membangga – banggakan diri dan mempamer – pamerkan kebaikan diri. Dan disini pula terdapat sifat – sifat kebaikan yaitu Ikhlas, Khusyu’, tadarru dan Tafakur.

Menurut Tasawuf dan Tarekat

Untuk membersihkan Jasmani dan Rohani maka di anjurkan untuk melakukan wirid’an guna melakukan wudhu batin sesuai dengan Sabda Rasulullah, SAW : ”Bahwasanya bagi tiap – tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan dan alat untuk hati itu ialah DZIKRULLAH”.

Mensucikan hati Rabbaniyah sangat penting sesuai dengan Sabda Rasulullah, SAW. ”Di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasad.Ketahuilah, dia itu ialah HATI.

Maka Ikhwan / Akhwat Al-Hikmah setelah dibuka di anjurkan untuk melakukan Wirid’ an dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah, me-wirid di dalam Al-Hikmah bukan bertujuan untuk menambah kehebatan Al-Hikmah akan tetapi bertujuan untuk menabung atau menyimpan agar nanti sebagai bekal kita pada saat menghadap Allah.

Setiap-setiap mengerjakan wirid’ an hanya memikirkan Allah SWT dan juga insya Allah kita sekaligus malakukan wudhu bathin dengan menyebut – nyebut nama Allah dalam wirid’ an kita. Insya Allah memudahkan kalimat – kalimat Asma Allah,SWT yang kita wirid kan untuk membersihkan bathin dan jasmani kita yang banyak melakukan kesalahan.

Tujuan Al-Hikmah melakukan Wirid ’an

Allah telah memberikan jaminan ketentraman hati bagi orang – orang yang selalu ingat kepada Allah.

 Firman Allah dalam Al – Qur ’an ( QS. Ar – Rad 28 )

”Orang – orang beriman itu menjadi tenteram hatinya dengan zikrullah / ingat kepada Allah. Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah, Hati bisa menjadi Tenteram.

Jadi tujuan melakukan wirid ’ an di dalam Al-Hikmah hanya untuk mencari ke- tentraman hati dan mencari derajat di sisi Allah. Dan juga mencari kekayaan di- akhirat. Wirid silahkan anda baca sebanyak kemampuan karena itu adalah untuk kekayaan di akhirat. Wirid artinya adalah Do’a dan  do’a adalah Ibadah, do’a untuk kekayaan akhirat.

Baca juga tentang: Legenda Kisah Mistis Kerajaan Jin Gantarawang 

Maka kalau ingin kaya di akhirat ibadahnya harus di perbanyak Para guru Al-Hikmah tidak pernah mem-Fatwakan dengan berdzikir ayat – ayat yang dikhususkan menjadi wirid ’an Al-Hikmah, Ikhwan dan Akhwat yang sudah belajar akan dapat melakukan apapun sesuai yang di inginkan.

Apa yang di dapat seorang Ikhwan / Akhwat setelah berdzikir dan selalu menyebut-nyebut NamaNya adalah Hidayah dan kelebihan yang Allah berikan karena kekuasaan -Nya atas seluruh makhluk dan hanyalah bentuk kasih sayang –Nya yang hanya sedikit dibandingkan kebahagiaan akhirat yang Allah janjikan tiada tara bandingannya. Wirid juga sebagai upaya pembersihan rohani dari sifat – sifat tercela atau dalam bahasa Arabnya adalah TAKHALI.

Selanjutnya baca…

By: AL-HIKMAH CABANG GINTUNG, Desa Kosambi Kecamatan Sukadiri Kabupaten  Tangerang-BANTEN.

Jika dirasa ini bermanfaat silahkan bagikan karena berbagi itu bagian dari amal sedekah.

Dapatkan update artikel berita pilihan setiap hari dari Jurnallbhlpkpkn.com. “Jika Anda berminat untuk menjadi anggota di LBH LP KPK’N “, Caranya mudah Anda bisa meghubungi Nomor WhatsApp +62 821-1243-6478.

Comments are closed.