Kisah Sejarah Asal Usul Perguruan AL-Hikmah Cisoka Tangerang Banten

1,411

Asal usul perguruan AL- Hikmah yang berpusat di Cisoka, Tangerang-Banten adalah salah satu perguruan tertua di Indonesia, apa itu al-hikmah konon punya anggota atau ikhwan/akhwat di seluruh Indonesia bahkan sampai manca negara.

Al hikamh didirikan oleh KH. Syaki Abdul Syukur/Abah Syaki murid dari Abah Toha dan  Mama Haji Amilin.

Asal usul perguruan  Al-hikamh  ialah ilmu AL-HIKMAH sangatlah berbeda dengan tenaga dalam lain yang umumnya, al hikamh hanya menggunakan kedutan perut.

Ilmu Al-hikmah sesuai dengan nama dan sumber keilmuannya, karena di peruntukkan khusus muslim. Bahkan jika yang ingin berguru seorang wanita  harus izn suaminya dan sebagai saksi  saat pengisian atau perawatan ilmu tersebut guna untuk menghindari fitnah.

Guru di sebut perawat atau Pembina karena memang tugasnya merawat murid-muridnya agar tetap di jalur yang benar sesuai  syariat dan kaedahnya.

Sejarah Perjalanan Pak Toha

 Di awali asal usul perguruan Al-hikmah, mulai dengan Abah Toha (15 Agustus 1989 -8 Desember 1957) yang semenjak remaja selalu bercita-cita untuk mempunyai ilmu yang sangat dia-idam idamkan,yakni ilmu yang mempunyai karakteristik.

Kemudian Abah Toha pergi belajar ke salah satu pesantren di daerah Banten dan Abah Toha belajar di sana selama 7 tahun lamanya.

Namun selama tujuh tahun disana dia hanya mendapat kan ilmu Qiro’at, Fiqih dan silat CIpecut, karena biaya yang dia keluarkan sudah banyak namun ilmu yang dia idam idamkan belum juga dia miliki dan akhirnya Abah Toha/ Pak Toha pulang ke rumahnya di Jakarta.

Saat dalam perjalanan pulang menggunakan via kereta api, Abah terus melamun memikirkan biaya yang telah habis, namun ilmu yang Abah Toha idam idamkan belum juga di dapatkan.

Ketika sedang duduk didalam kereta Pak Toha terbuai dalam lamunanya dan datanglah 3 orang yang menghampirinya dan dari salah satu mereka langsung berkata : “ada ilmu yang hanya membaca dua kalimat syahadat, tetapi bila di tunjuk ke orang yang berniat jahat, maka orang itu langsung terpental.

Pak Toha langsung kaget mendengarnya, karena itulah salah satu ciri ilmu yang dia idam idamkan selama ini,lalu Pak Toha bertanya ” Ilmu apa itu? dan dimana saya bisa mempelajarinya? tanpa banyak ngomong salah  satu seorang dari ketiga orang tersebut  itu menulis dikertas bungkus roko alamat pesantren.

Saat itu Pak Toha langsung membuka bungkus roko dan membaca alamat tersebut. kemudian dia menoleh ke 3 orang tersebut, namun mereka sudah tidak ada, bahkan di cari-cari di gerbong kereta tetap tidak ada.

Kemudian sesampainya di rumah, bapak dari pak toha bertanya,”Gimana apa sudah didapat, “Jawab Pak Toha belum, dan bapaknya mendengar hal tersebut sedih karena yang cita-citakan anaknya belum tercapai.

Namun Pak Toha menceritakan tentang  kejadian didalam  kereta ada tiga orang yang salah satunya memberikan alamat pesantren itu. Na kemudian membangkitkan semangat bapak nya lagi.

Karena semangatnya orangtua nya pak toha kemudian menjual kuda delmanya untuk biaya pesantren tersebut. Sehingga beliau beralih profesi yang tadinya tukang delman menjadi tukang daun dan tali, demi tercapainya keinginan anaknya.

Pak Toha kemudian berangkat ke pesantren yang di tuliskan oleh salah satu dari tiga orang tersebut didalam kereta, Menuju pesantren di perjalanan Pak Toha melewati sungai, sawah yang sangat luas dan beliau sempat istrirahat dibawa pohon sehingga tertidur yang beralaskan jerami sawah tersebut.

Setelah bangun dari tidurnya Iapun melanjutkan perjalanannya, sesampainya di pesantren yang di maksud pak toha langsung menghadap Pak  Kiyai di pesantren tersebut mengucapkan salam dan selesai menjawab salam dari Pak Toha, “Pak Kiyai tersebut langsung bertanya ” mau kemana kamu Toha?” pak toha kaget karena Kiyai tersebut sudah mengetahui namanya, padahal Pak Toha belum memperkenalkan diri atau menyebutkan nama.

Na kemudian pak toha menjawab ”saya hanya ingin mencari ilmu Pak Kiyai”Ucap Pak Toha, lalu Kiyai tersebut berkata ” karena ilmu qiroat dan fiqih kamu sudah cukup, maka kamu tidak perlu lagi belajar seperti santri yang lainnya,”Ucap Kiayi tersebut.

Selanjut Kiayi berkata,’kamu hanya cukup mengisi bak air wudhu di masjid, selama  3 tahun kurang sepuluh hari lamanya pak toha hanya menjadi seorang pengisi bak tempat berwudu santri yang jumlahnya kurang lebih sekita 300 orang.

Pak toha yang selama 3 tahun itu tinggal di psantren itu tidak pernah sekalipun mengobrol tentang Ilmu kebathinan dan jarang sekali bertatap muka, hanya bertemu atau bertatap muka dengan kiyai hanya pada waktu selepas Sholat duha itupun mengajaknya mengurus kebun-kebun.

Selama 3 tahun  sepuluh bulan Pak Toha merasa tidak belajar apa-apa dipsantren tersebut, ketika pada suatu hari saat waktu setelah sholat subuh pak toha mendatangi Kiyai sambil membawa al-Quran dengan maksud hendak belajar lagi mengaji.

Namun keinginannya di tolak oleh Kiyai tersebut dengan ucapan ” Toha ilmu qiroat kamu itu sudah cukup sewaktu belajar dulu di Banten.

Kemudian Pak Toha di suruh membelikan daun kawung atau daun untuk tembakau, dan di suruh menunggu didalam  masjid serta tidak boleh tidur sampai Kiyai datang menghampirimya.

Setelah membeli daun kawung pak toha menunggu Kiyai didalam masjid sampai sekitar kurang lebih jam 2 malam dan akhirnya Kiyai datang, karena melihat sampai pada saat itu pak toha belum juga tidur, lalu Kiyai melihat kesungguhan dan keikhlasan dari Pak Toha,  kemudian Kiyai duduk di hadapan Pak Toha.

Kiyai tersebut  meminta daun kawung yang tadi di beli pak toha dan memberikannya kepada Kiyai, setelah itu Kiyai kemudian mencabut satu helai dari daun kawung tersebut., aneh nya di helai daun kawung tersebut sudah tertulis ayat alqur’an.

Sehingga Kiyai menunjukan pada Pak Toha dan berkata ” apakah ini bukan yang kamu cari-cari toha? ”Pak Toha menjawab,” bukan” lalu Kiyai membuka dau kawung tersebut helai demi helai di cabut dan Pak Toha selalu menjawab bukan.

Beberapa helai daun kawung sudah dicabut,  hingga akhirnya hanya tersisa dua helai daung kawung, Kiyai bertanya : ” bagaimana jika yang kamu cari tidak ada di sini? ” Pak Toha menjawab, ”saya ikhlas jika memang tidak ada disini,”Ucap Pak Toha.

‘Tetapi tolong berikan saya petunjuk Kiyai, Kiyai tersenyum dan kemudian mencabut 2 helai kawung yang tersisa itu dan ternyata daun yang tersisa itu bertuliskan dua kalimat syahadat, “Pak Toha langsung sontak berbicar,”ya itu yang saya cari Kiyai.

Na kemudian Kiyai membelah daun kaung tersebut sambil berkata, semua yang bergerak di perut adalah hak kamu dan yang bergerak di tangan adalah hak H.amilin dan pada suatu saat nanti ada murid kamu yang menyatukanya.”Ucap Kiyai.

Inilah perjuangan Pak Toha begitu lamanya untuk mendapatkan ilmu yang dia idam idamkan, bersyukur lah bagi para Ikhwan atau Akhwat yang telah mendapatkanya.

Kiyai tersebut adalah H. Oddo bin Syekh Abdul Karim Banten. Syekh Abdul Karim adalah tokoh tarekat Qadiriyyah.

Singkatnya Setelah mendapatkan Ilmu tersebut Pak Toha pulang kerumahnya. Dan kemudian Pak Toha mendirikan perguruan yang bernama SINLAMBA yang mempunyai kurang lebih 60 murid yang salah satunya adalah abah H.Syaki dari Cisoka Tangerang-Banten.

Baca juga: Kisah Syekh Abdul Qodir Jalailani Punya Seorang Murid Yang Bodoh

Sejarah Awal Abah H.Syaki Bertemu Pak Toha

Abah H.Syaki bertemu dengan Pak Toha pada tahun 1935 pada saat itu Abah Syaki melihat Pak Toha sedang melatih murid-muridnya, saat itu Abah Syaki penasaran dan mencoba atau menjajalnya.

Saat diberikan izin oleh Pak Toha dan Abah Syaki lalu mencoba menyerang atau memukul muridnya dan Abah Syaki langsung terpental jauh, disinilah Abah Syaki minta diajarkan Ilmu dari Pak Toha.

Setelah menjadi murid Pak, singkatnya, Abah  Syaki diajarkan Ilmnya dan mendapat 6 amalan yang kelak menjadi tingkat 1 dari ilmu tersebut (Ilmu Al Hikmah ) dengan kekuatan kedutan pada perut.

Namun setelah Abah lama balajar pada tahun 1952 disaat Abah H.Ramli lahir, ketika itu Abah Syaki di syahkan menjadi Pembina atau perawat dan  kemudian Abah Syaki menjadi murid yang terpilih oleh Pak Toha untuk menyatukan ilmu Pak toha dengan Mama H.Amilin.

Dengan Ilmu pelajaran dirasa mulai cukup, dan Abah Toha kemudian memerintahkannya untuk melanjutkan belajar kepada Abah H.Amilin yang berdomisili di Dayeuh Kolot Bandung.

Kemudian Abah segera berangkat menuju Bandung,setelah sampai bandung Abah Syaki melanjukan berjalan kaki lewat persawahan  dan perjumpaan terjadi di tengah sawah. Ketika  itu Abah bertemu dengan seorang petani yang berbadan kurusdan lalu bertanya. Pak dimanakah rumahnya Abah H. Amilin.”Tanya Abah.

Lalu dijawab dengan pertanyaan lagi, untuk apakah kamu mau kesana?.jawab Abah, mau silahturahim serta berguru sesuai amanat dari Abah Toha, konon yang ada mala Abah ditantang duel oleh petani itu dan Abah menerima tantangan itu dan melayani dengan mengeluarkan jurus silatnya dan terjadi lagi hanya dengan sedikit gerakan mengibas abah langsung terjatuh dan tidak bisa bergerak.

Akhirnya petani itu tersenyum,. Na setelah itu baru petani menunjukkan arah rumahnya H.Amilin. Kemudian berangkatlah Abah Syaki dengan perasaan herannya  mencari ke arah yang ditunjukkan petani itu dan sesampainya di ruma H.Amilin. sontak betapa kagetnya Abah Syaki ternyata, Abah H.`Amilin adalah petani yang ditemuinya tadi di lokasi sawah.

Demikianlah selanjutnya abah Syaki diceritakan kemudian menerima pelajaran Asmak sebanyak 28 amalan, yang terbagi kepada 4 bagian / tingkatan. Kelak amalan inilah yang menjadi materi tingkat 2 di ajaran Al Hikmah dengan kekuatan pada tangan.

 Mulai Bergerak Asal Usul Perguruan Al-Hikmah

Sesudah Pak Toha wafat pada tahun 1957, maka pada tahun 1958 Abah Syaki mulai bergerak luas meninggalkan pekerjan-pekerjaannya dan fokus mengerjakan ilmu asal usul perguruan Al-hikmah pada tahun 1965, didaerah lampung anggota Al-Hikmah pada waktu itu mencapai 10 sepulu ribu anggota.

Maka saat itulah Abah Syaki membentuk KSBI ( Kesatuan Seni Budi Pekerti Islam ) tapi di Malaysia di sebut-sebut sebagai KSBPIM ( Kesatuan Seni Budi Pekerti Ilam Malaysia ), karena sifatnya berbentuk kesatuan, maka didirikanlah CV DENGKUL.

Kegiatan dari pada CV DENGKUL waktu itu ialah, setiap anggotanya bergerak mengumpukan sembako atau bahan pangan untuk dikelola dan diperjualbelikan.

Direkturnya Marzuki tapi dia bukan anggota Al-Hikmah, pada waktu itu Marzuki berbicara tentang Abah bahwa Dia menginginkan seorang sekretaris. Tetapi Abah ragu untuk mengabulkannya, namun mengingat kepetingan akan kegiatan CV DENGKUL maka hal tersebut dikabulkannya juga.

Dengan kehadiran seorang sekretaris CV DENGKUL, Marzuki sebagai seorang direktur justru tertarik dengan sekretarisnya, sehingga tidak melaksanakan tuga-tugasnya dengan baik da hal tersebut memicu kecurigaan Abah.

Suatu saat Marzuki jalan dengan sekretarisnya yang bernama Tati dengan maksud untuk memulangkannya ke Jawa dengan kapal laut. Karena kecurigaan kecurigaan sebelumnya Abah mengikuti perjalanan mereka dengan tujuan untuk memata – matai.

Baca juga: Kisah santri Pintar yang Hilang Ilmunya Seketika Karena SUUL ADAB

Ternyata kepulangan Tati ke Jawa tidak bersama dengan Marzuki turun dari kapal, Abah kemudian menghampiri Tati dengan maksud menanyakan kenapa Tati dipulangkan ke Jawa oleh Marzuki.  Abah mendapat jawaban bahwa Marzuki berjanji akan menikahi Tati di jawa.

Setelah mendapat jawaban tersebut Abah turun dari kapal dan pulang ke lampung lalu membubarkan CV. Dengkul, tetapi sebelumnya hutang – hutang CV.Dengkul dilunasi terkebih dahulu.

Kemudian setelah semuanya selesai, Abah kembali ke Jakarta dengan maksud melaporkan ke KSBPI pusat bahwa CV.Dengkul di lampung sudah di bubarkan. Setibanya di Jakarta Abah langsung ke KSBPI Pusat.

Di KSBPI Pusat Abah mendengar suara gaduh dari ruangan Ustadz Ramli. Setelah uluk salam 3 kali, tanpa menunggu balasanNYA,  Abah pun bertanya “sedang apa kamu Ramli? “Ustadz Ramli manjawab “sedang mengislamkan syetan, ”Mendengar jawaban seperti itu Abah marah dan pada akhirnya KSBPI pusat pun dibubarkan.

Sesampainya di kediaman, Abah bingung karena memikirkan harus dinamai apa Ilmu Allah ini? Abah pun melakukan Istikhoroh, dan hasil dari Istikhoroh Abah turunlah nama AL – HIKMAH.

Selanjutnya Ustadz Ramli dan rombongannya (bekas KSBPI) membentuk persatuan yang diberi nama Nurul Hikmah, salah satu muridnya adalah ustadz Usman Ciledug, pada zamannya Pak Toha yang pada waktu itu membentuk persatuan SINLAMBA. Beliau juga punya anak buah yang bernama Usman orang Tanah abang yang pada waktu itu mendirikan SRI MURNI dan diteruskan oleh anaknya Ki Ibrahim.

Asal usul perguruan Al-hikmah Menurut salah satu Guru yakni orangtua kami, Abah Mualim Martab Kampung duri Pakuhaji, Tangerang Banten. Mungkin tidak ada Ilmu seindah dan semudah AL-HIKMAH, Mudah mengeraskan perut dan Indah mengucapkan TAKBIR.

Terimakasih atas kunjungannya di Artikel ini tentang Pembahasan Asal usul Perguruan AL-HIKMAH Cisoka, Dan Artikel berikutnya akan di bahas tentang Apa itu ilmu AL-HIKMAH?, Jika di rasa bermanfaat silakan bagikan karena berbagi itu bagian dari amal sedekah.

By: AL-HIKMAH CABANG GINTUNG, Desa Kosambi Kecamatan Sukadiri Kabupaten  Tangerang – BANTEN.

Dapatkan update artikel berita pilihan setiap hari dari Jurnallbhlpkpkn.com. “Jika Anda berminat untuk menjadi anggota di LBH LP KPK’N “, Caranya mudah Anda bisa meghubungi Nomor WhatsApp +62 821-1243-6478

Comments are closed.