LBH LP KPKN Akan Laporkan Temuan Proyek Spal U-ditch Di Wilayah Kecamatan Sukadiri yang Diduga Kuat Berkualitas Buruk

64

Kab Tangerang – Jurnallbhlpkpkn.com – Pembangunan Pemasangan Spal U-ditch Di Wilayah Kecamatan Sukadiri diduga berkualitas buruk di antaranya kampung Gintung Kaung RT.16/03 Desa Gintung dan 2 titik Desa Sukadiri RT.05/02 Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang. (16 September 2022).

Diduga proyek ini abaikan Peraturan dan tidak memakai Alat pelindung diri APD atau K3, yang mana kelengkapan tersebut wajib harus digunakan oleh para pekerja sesuai dengan bahaya dan resiko kerja yang mereka hadapi.

Proyek Pembangunan Pemasangan Spal U-ditch Di Wilayah Kecamatan Sukadiri diduga kuat berkualitas buruk, Hal itu dikatakan oleh H.Iwan Sebagai Ketua LBH LP KPK’N Cabang Kabupaten Tangerang, pasalnya bahwa para pekerja tersebut diduga kuat tidak di bekali alat ke Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang merupakan upaya kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja /penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan demotivasi dan dan defisiensi produktivitas kerja,”Ucapnya

Haji Iwan ketua LBH LPKP’N menjelaskan, Saat Melakukan Kunjungan dialokasi Proyek Pemasangan Spal U-dith Di Wilayah Kecamatan Sykadiri Tersebut Ditemukan Fakta Bahwa Landasan Pemasangan U-DITCH tidaklah Sesuai Dengan Spesifikasi RAB Karena U-Ditch di pasang dalam Keadaan Saluran Tergenang Air dan Terendam, Serta Material U-DITCH yang Terpasang Terkesan Berkualitas Buruk.

Karena Saat Kunjungan bersama Tim investigasi dari LBH LP KPK’N Menemukan Material U-DITCH dalam Keadaan Tidak Sempurna atau Pecah pada Ujung Sisinya dan ada retak bergaris.Sehingga Kualitas Patut Dipertanyakan,”Ujarnya

Baca juga: H.Iwan Ketua LBH LP KPKN Layangkan Surat Kepada Camat Mauk Perihal Temuan Kegiatan Paving Block

Ironisnya, ”Pada Saat Kunjungan Di lokasi Pekerjaan Yang berada Di wilayah Kecamatan Sukadiri khususnya di kampung Gintung kaung RT 16 RW 03 Dan di Desa Sukadiri RT 05 RW.02 Tersebut Tidak Di temui adanya Pengawas Dari Pihak Terkait serta Konsultan.

Sehingga Hal tersebut diduga Menimbulkan Kesan tutup Mata Dari Instansi-Instansi Terkait, yang Lebih Ironisnya Saat kunjungan Kami, pekerja sama sekali tidak menggunakan Alat Keselamatan Kerja (K3) sehingga Kuat dugaan Bahwa kontraktor atau Pelaksana Mengabaikan keselamatan Para pekerja dan Hanya Berfikir untuk meraup untung besar tanpa memikirkan kualitas Pekerjaan nya,”Tutupnya

Hingga Berita ini di tayangkan pihak terkait belum bisa temui.

(Tim/Ng)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.