Keunikan Adat Suku Baduy, Wisatawan Di Lockdown 3 Bulan

92

Keunikan Adat Suku Baduy bisa untuk dikembangkan menjadi kampung wisata, karena adat baduy memiliki nilai kearifan lokal yang terus dijaga dan dipelihara oleh masyarakatnya, seperti hidup berdampingan dengan alam dan menolak segala bentuk kebudayaan dari luar. Sebagai contohnya adalah rumah warga keunikan Adat suku baduy masih dibangun berbentuk panggung dan terbuat dari bahan alamiah di sekitarnya.

Baduy merupakan kelompok etnis masyarakat adat suku kanekes lebak Banten, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tradisi kawalu khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam.

Budaya Adat Tradisional

Wisata budaya adat keunikan Adat suku baduy memang selalu menarik perhatian pecinta alam. Keunikan budaya dan gaya hidup masyarakatnya yang masih tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Objek wisata baduy di Lebak Pandeglang Banten mungkin dapat menjadi salah satu pilihan bagi Anda dalam menentukan destinasi wisata.

Adat istiadat suku baduy masih dipertahankan, begitu pula alam sekitar kampung baduy juga masih sangat terjaga. Kampung baduy juga menjaga unik dan menjadi daya tarik tersendiri yang akan menambah pengetahuan Anda tentang keragaman suku baduy. Anda juga dapat belajar tentang suku baduy.

kampung baduy pedalaman berada di kaki pegunungan kendeng tepatnya alamat kampung baduy ini adalah di desa Kanekes, kecamatan Leuwidamar. Karena lokasinya di pegunungan tentu saja kampung baduy dalam memiliki udara yang sejuk khas pegunungan.

Tradisi Kawalu Adalah Ritual Tahunan Suku Baduy, Wisata Di Lockdown

Tradisi Kawalu merupakan upaya menjalankan penyucian diri dengan melakukan puasa selama 3 (tiga) bulan penuh dalam satu tahun sesuai penanggalan Suku Baduy. Tradisi ini dilaksanakan pada bulan Kasa, Karo, dan Katiga.

Selain menjalankan puasa, tradisi Kawalu juga dilakukan dengan melakukan permohonan doa agar dapat keberkahan hidup, keselamatan semesta, dan menambah rasa syukur. Tradisi ini lebih banyak dilakukan oleh masyarakat adat Baduy Dalam di Desa Cibeo, Desa Cikawartana, dan Desa Cikeusik.

Ritual Puasa Kawalu

Ritual berpuasa adat masyarakat Baduy dalam, jelas berbeda dengan puasa Ramadhan yang biasa dijalankan oleh umat muslim. Salah satu perbedaannya saat dijalankan dalam melaksanakan puasa Kawalu adalah tidak boleh makan setelah pukul 00:00 WIB dan berbuka puasa pada pukul 17:30 WIB.

Selain itu, terdapat ritual khusus yang wajib dijalankan yakni dengan memakan daun sirih sebagai tanda berbuka puasa. Syaratnya buka puasa adat baduy dalam, Jika sebelum makan daun sirih, warga tidak diperbolehkan untuk makan dan minum karena wajib memakan daun sirih dan gambir.

Namun bagi warga yang melaksanakan tradisi kawalu syaratnya adalah bagi mereka yang berusia 15 tahun keatas.

Melaksanakan tradisi Kawalu selama 3 (tiga) bulan ini adalah bisa mensucikan diri dari perbuatan yang melanggar. Selain itu, ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat baduy kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut kepercayaan warga bahwa tradisi Kawalu ini membuat badan dan keluarga menjadi sehat serta kuat, walaupun sedang dalam keadaan kurang baik. Masyarakat baduy secara turun temurun selalu melaksanakan tradisi puasa kawalu sejak bulan satu sampai bulan tiga.

Melarang wisata untuk Datang dalam pelaksanaan Kawalu. Keunikan Adat  suku baduy masyarakatnya melarang masyarakat luar untuk masuk dan berkunjung untuk memasuki wilayah Baduy dalam.

Hal tersebut dengan maksud agar masyarakat yang menjalankan puasa Kawalu bisa melaksanakan secara khusu, karena sudah tradisi dari turun termurun keunika Adat suku baduy dan tidak terganggu.

Baca juga: Gadis cantik suku baduy kanekes calon pengantin menunggumu disana

Baduy Terbagi Tiga Kampung

Baduy terdiri dari tiga kampung, yaitu Kampung Cibeo, kampung Cikesik dan kampung Cikertawana yang masing-masing dipimpin oleh Pu’un. Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda.

Keberuntungan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau “orang Kanekes” sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu pada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

Pemimpin adat suku baduy disebut Pu’un. Ada tiga Pu’un yang tersebar di tiga kampung. Jabatan pemimpin ini diturunkan secara turun-temurun dan jangka waktu jabatannya pun tidak tergantung pada kemampuan seseorang tersebut.

Akan tetapi dalam lingkup Nasional, desa suku baduy ini dipimpin oleh kepala desa atau disebut jaro pamarentah oleh masyarakat baduy. Namun keunikan suku baduy pedalaman lokasinya yang berada jauh dari kota membuat mereka jarang menjadi kepala desa.

Suku Baduy sendiri terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu suku Baduy dalam dan suku Baduy luar.

1. Suku Baduy Dalam

Baduy dalam merupakan kelompok yang tinggal di pedalaman dan juga paling patuh pada aturan yang sudah ditetapkan oleh kepala adat.

Ciri khas dari keunikan Adat suku Baduy dalam adalah pakaiannya yang tidak berkancing dan berkerah,tidak memakai alas kaki,dan pakaiannya berwarna putih atau biru tua.

Keunikan Adat suku baduy dalam ini juga tidak mengenal yang namanya teknologi.

2. Suku Baduy Luar

Suku baduy luar sangat berbeda dari suku Baduy dalam, suku baduy luar ini tinggal di daerah yang mengelilingi wilayah tinggal suku Baduy dalam. Namun baduy luar sudah mengenali kebudayaan luar.

Karena sudah mengenal kebudayaan luar, maka Anda bisa melihat beberapa orang suku Badui luar pergi untuk menjual madu hutan dan golok, baduy luar berpakaian juga sangat berbeda dengan suku Baduy dalam, yaitu berwarna putih

Konon Ilmu suku baduy dalam dinilai lebih sakti daripada suku baduy luar. Karena ketaatan mereka terhadap nilai-nilai luhur yang membuat mereka memiliki kesaktian. Kesaktian suku baduy dalam sudah sangat tersohor.

Mereka dinilai memiliki kekuatan supranatural yang sangat dahsyat. Hal inilah yang menyebabkan suku baduy dalam memiliki lebih dari pada suku baduy luar.

Na untuk Anda yang ingin berwisata, berikut cara menuju kampung wisata keunikan Adat suku baduy yang satu ini.

Bagi Anda yang dari Jakarta atau luar kota dengan memakai kendaraan pribadi seperti, Mobil atau motor pribadi. “Saran, Anda bisa meminta panduan google maps arah ke Wisata Kampung Baduy Lebak Banten. Karena agar tidak kesasar dalam perjalanan. Memakai kendaraan pribadi akan lebih menyenangkan dari pada memakai kendaraan umum.

Namun jika anda memakai kendaraan pribadi tentunya akan melihat keindahan alam sekitaran dengan tujuan Ciboleger.

Ketika sampai di Ciboleger maka Anda akan disambut oleh pemandu lokal yang akan mengantarkan ke pintu gerbang desa Kanekes Banten. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jika anda bingung silahkan lihat peta kampung baduy pandeglang.

Sepanjang jalan, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan alam keunikan Adat suku baduy kampung yang masih tradisional. Semakin kedalam maka akan terlihat masyarakat baduy yang akan memakai baju serba putih. Inilah kampung baduy dalam, wisatawan dilarang mengambil gambar maupun video.

Wisatawan akan melihat beberapa aktifitas masyarakat baduy yang sedang mengolah gula aren atau biasa mereka sebut gula kawung. Meskipun sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, tetapi sebagian besar dari mereka sering mencari pekerjaan sampingan sebagai pembuat gula kawung.

Untuk membuat gula kawung mereka harus memanjat pohon aren untuk mengambil air aren yang ditampung didalam bubu bambu yang disebut lodong. Gula aren buatan masyarakat baduy konon memiliki khas rasa yang sangat enak karena terbuat dari aren asli tanpa campuran.

Keunikan Adat suku baduy mencari gula aren merupakan pekerjaan masayarakat baduy luar. Berbeda dengan suku baduy dalam, kehidupan suku baduy pedalaman lebih mengandalkan alam. Mereka jarang berinteraksi dengan dunia luar dan menolak. Hal ini dikarenakan mereka tidak percaya bahwa diluar sana banyak orang pintar tetapi senang membodohi orang dengan kepintarannya. Sehingga mereka memilih untuk tidak bergaul dengan dunia luar.

Bagi wisatawan yang suka dengan suasana pegunungan tentu saja keunikan Adat suku baduy menjadi wisata wajib yang harus dikunjungi.

Terimakasih
Jika dirasa Informasi ini berguna silahkan share
Author : A Iwan Dahlani

Comments are closed.