Alasan Singapura Menolak UAS, Ia Membutuhkan Penjelasan

128

Penolakan dari pemerintah Singapura atas pendakwah kondang Indonesia, Abdul Somad, ke negaranya, yakni pada tanggal 6 Mei lalu mendapatkan sorotan masyarakat serta reaksi yang beragam dari sejumlah pihak. Namun ada juga yang dapat diambil sebagai pelajaran dari alasan Singapura menolak UAS.

Apa Alasan Singapura menolak UAS?

Ishfah Abidal Aziz, seorang Staf khusus Menteri Agama RI, mengungkapkan makna yang dapat dipetik dari peristiwa tersebut ialah bagi penceramah agama perlu berhati-hati dan menjaga dalam melakukan kegiatan untuk keagamaan, atau menyampaikan suatu pandangan-pandangan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengungkapkan Kementerian Agama telah memiliki program penguatan kompetensi dan kapasitas penceramah agama. Sehingga hal ini diharapkan tidak hanya membicarakan soal narasi-narasi keagamaan, tetapi juga harus diselaraskan atau disesuaikan komitmen kebangsaan.

Ahmad Nurcholish dari Pusat Studi Agama dan Perdamaian (ICRP) mengatakan bahwa hikmah dan ilmu penting dari peristiwa ini terutama dari Singapura itu pemerintah harus tegas dan memiliki hak untuk melakukan tindakan protektif pada pihak yang ucapannya dinilai telah mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelumnya, pemerintah Singapura telah menyebutkan alasan Singapura menolak UAS dan rombongan perjalanannya tidak diperbolehkan untuk masuk. Salah satunya karena ia dikenal menyebarkan ajaran segregasi dan ekstremis, yang kurang bisa diterima di masyarakat multi-agama dan multi-ras Singapura.

UAS sendiri menegaskan bahwa dia dan rombongannya ke Singapura dengan niat untuk berwisata bukan untuk acara tabliq akbar atau pengajian. Ia mengaku tidak mendapatkan penjelasan dari petugas Singapura yang telah menolaknya masuk. Situasi tersebut yang membuat ia menuntut penjelasan dari pemerintah Singapura.

UAS Dianggap Menyebarkan Ajaran Ekstremis dan Segregasi

Kementerian Dalam Negeri Singapura menjelaskan alasan Singapura menolak UAS dan rombongannya ditolak masuk, yakni ia dikenal menyebarkan ajaran segregasi dan ekstremis. Dimana hal tersebut tidak bisa diterima di masyarakat multi-agama dan multi-ras Singapura.

Misalnya, UAS menyatakan jika bom bunuh diri ialah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, serta dianggap suatu operasi syahid, demikian pernyataan yang tertulis Kemdagri Singapura.  Menurut pemerintah Singapura, ia juga membuat argumen merendahkan anggota organisasi dari agama lain, seperti Kristen. Misalnya ia mendeskripsikan salib Kristen sebagai rumah dan tempatnya dari jin (roh/setan) kafir. Selain itu, UAS secara terang-terangan menyebut jika non-Muslim sebagai  kafir.

UAS mengaku tidak mendapatkan penjelasan dari petugas Singapura, padahal semua dokumen dari perjalanannya telah lengkap. Ia mengungkapkan itulah yang petugas Singapura tidak bisa menjelaskan, pegawai imigrasi tidak bisa menjelaskan, jadi yang dapat menjelaskan Ambassador of Singapore in Jakarta saat diwawancara di Hai Guys Official kanal YouTube.

Baca juga: Jenis Hak Asasi Manusia Pertahanan Diri yang Wajib Dimiliki

Setelah aa ditahan kurang lebih empat jam, termasuk ditahannya UAS seorang diri selama sejam pada ruangan kecil yang berukuran 1×2 meter, UAS tetap tidak mendapat alasan Singapura menolak UAS dan tidak diperbolehkan masuk ke Singapura. UAS kembali ke Indonesia pada Senin sore.

Jika dirasa ini bermanfaat silahkan bagikan dan dapatkan update artikel berita pilihan setiap hari dari Jurnallbhlpkpkn.com/. “Jika Anda berminat bergabung untuk menjadi anggota di LBH LP KPK’N “, Caranya mudah Anda bisa langsung ke Nomor WhatsApp +62 821-1243-6478

(Rj/Rd)

Comments are closed.